oleh

28 Tahun, Prof Abustani Mengabdikan Diri di Dunia Pendidikan 

Editor : Armansyah, Penulis : Hikmah-Berita, Fokus Redaksi, Wawancara-
MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Memajukan  Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar menjadi cita-cita luhur yang diemban Prof Dr. H. Abustani Ilyas M.Ag.
Sejak mengabdikan diri di dunia pendidikan dan terangkat menjadi Pegawai Negeri (PNS) di tahun 1993, Prof Abustani berkomitmen menjadikan Kampus Peradaban sebagai ladang pahala.
Sudah 28 tahun masa pengabdiannya mencerdaskan anak bangsa, Prof Abustani telah memegang berbagai posisi penting di UIN. Seperti, menjadi Dekan di Fakultas Ilmu Komunikasi dan Dakwah, serta beberapa posisi penting lain yang membuat ia optimis dan terus bergerak maju.
“Saya pernah diberi Amanah di STAIN Sorong  masa bakti 2012-2016, tetapi kemudian kembali lagi ke Kampus Peradaban. Yang terpenting adalah kenyamanan dan dekat dengan keluarga, bukan sebesar apa penghasilan,” Kata Prof Abustani saat ditemui di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN, Selasa (23/2).
Saat ini, kata Prof Abustani, dirinya memegang amanah sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Genap setahun menduduki posisi fungsional tersebut, ia berkomitmen membawa Fakultas termuda di UIN ini untuk go internasional.
“Saat ini kami telah memperoleh akreditasi A, itu bukan berkat usaha saya sendiri namun hasil kerjasama dari berbagai pihak,” ujarnya
Kawal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Ke Kancah Internasional
Akreditasi A menjadi pencapaian tertinggi yang diraih Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN di tahun 2021 meski telah diupayakan sejak lama. Upaya ini bahkan sempat tertunda akibat covid 19.
Selama masa pandemi berbagai tantangan di dunia pendidikan tak bisa di pandang sepele. Tatanan baru harus diselaraskan dengan maksud dan tujuan pendidikan yang selama ini diemban. Itu pula yang dilakukan  Prof Abustani sebagai pilar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
“Untuk tetap mengintenskan pertemuan dengan mahasiswa, kami menggunakan cara online seperti menggunakan aplikasi zoom sebagai wadah pembelajaran. Sistem Offline  digunakan hanya untuk sesuatu yang mendesak dan tidak bisa dilakukan dengan online,” kata Prof Abustani.
Maka dengan diraihnya akredeitasi A, Prof Abustani tak lantas berpuas diri. Ia membeberkan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan dua jurusan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam untuk dibawah ke kancah internasional.
“Bukan menyepelekan akreditasi Nasional, namun dengan akreditasi Internasional cakupannya lebih luas dan lebih mengglobal. Dua jurusan yang saat ini kami persiapkan adalah Akuntansi dan Manajemen yang sebelumnya mendapat nilai masing masing  382 dan 367,” ungkap Prof Abustani.
Untuk akreditasi Internasional yang disasar, dirinya menargetkan ASEAN University Network-Quality Assurance( AUN-QA) dan The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow, a 21st century organization (ABEST21).
“Semoga dalam setahun ini bisa terlaksana. Hari  ini saya sudah bekerja dan beraudiensi dengan Rektor,  Warke l , Wadek l, Ketua LPM, dan Ketua KPM tingkat universitas. Tentu kita berusaha melakukan persiapan dan semoga bisa terlaksana,” harapnya
Bangun Peradaban Lewat Mahasiswa Unggul dan Agamais
Sebagai seorang pendidikan, Prof Abustani mengharapkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam lahir menjadi manusia berkeilmuan  dan juga berkeadaban. Ini ditopang dengan program studi yang di enyam setiap mahasiswa di Universitas Islam Negeri.
“Meskipun prodi kami sama dengan kampus lain, namun di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam lebih menggambarkan integrasi keilmuan dimana mahasiswa tak hanya menerima ilmu ekonomi misalnya, tetapi juga ilmu agama seperti Akidah dan Ahlak,” Terang Prof Abustani
Lebih jauh ia mengungkapkan tentang pentingnya korelasi antar ilmu agama dan ilmu ekonomi, dimana menurut dia setiap manusia harus memiliki ilmu namun tak terlepas dari wawasan keagamaan.
“Anak anak kami di FEBI, yang menjadi penciri adalah harus menghafal jus amma,” tutupnya.