oleh

Belum Tersalurkan, Santunan Kematian Covid-19 Disetop

Armansyah-Berita, Headline, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Belum tersalurkan, santunan kematian pasien Covid-19 yang meninggal dunia dihentikan.

Penghentiannya berdasarkan surat edaran Kementerian Sosial no 150/3.2/BS.01.02/02/2021. Dinas Sosial diminta agar tidak lagi mengajukan rekomendasi ke Kemensos.

Pada hal sebelumnya, bantuan kematian ini pertama kali dilakukan saat keluarnya SE Kemensos bernomor 427/3.2/BS.01.02/06/2020, tentang Penanganan Perlindungan Sosial Bagi Korban Meninggal Dunia Akibat Covid-19.

Santunan meninggal dunia ini diberikan kepada ahli waris atau anggota keluarga pasien Covid-19 yang meninggal. Nilainya Rp15 juta per jiwa. Hanya saja, di Sulsel belum ada realisasinya. Dari data Dinas Kesehatan Sulsel, hingga hari ini tercatat 825 orang yang meninggal karena terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Sulsel, Herman mengatakan belum mendapat informasi sama sekali adanya masyarakat yang mendapat santunan tersebut. Padahal Dinsos telah meneruskan rekomendasi ke Kementerian berdasarkan usulan dari kabupaten/kota.

“Setelah terbit surat edaran di tahun 2020, kami langsung menginformasikan ke Dinsos kabupaten/kota. Mereka yang sosialisasikan ke masyarakat. Sudah ada yang mengajukan, kita kasi rekomendasi untuk diteruskan ke Mendagri, Tapi saya belum dapat laporan kalau sudah ada yang dapat santunan itu,” sebutnya, Senin (22/2).

Eks Kabid Linjamsos, Kasmin juga menyampaikan hal sama. Instruksi kemensos waktu itu membawa harapan bagi masyarakat yang ditinggalkan orang terdekat, santunan senilai Rp15 juta setidaknya bisa membantu ekonominya, apalagi yang meninggal adalah tulang punggung keluarga. Mereka punya hak mendapatkan santunan tersebut.

Namun hingga penghujung tahun 2020 tidak ada yang terealisasi. Baru-baru ini kemensos kembali mengeluarkan edaran penyetopan.

“Dalam edaran itu tidak ada sama sekali penyampaian bahwa akan dibayarkan di tahun 2020. Kami hanya diminta menyampaikan ke daerah untuk berhenti mengusulkan dan merekomendasikan,” ujarnya.

Menurutnya, Kemensos merampungkan dulu yang ada di 2020. Apalagi masyarakat terlanjur melakukan pengurusan berkas untuk bisa menebus santunan itu.

Terpisah, Plt Kepala Dinsos Sulsel Gemala Faoza menyebut, tahun ini tidak ada alokasi anggaran untuk korban Covid-19. Ini lah yg menjadi kerisauan seluruh dinsos baik di provinsi maupun kabupaten/kota, karena masyarakat sudah terlanjur mengajukan permohonan untuk mendapatkan santunan Covid-19.

“Tahun kemarin sudah kita koordinasikan dengan kementerian untuk mengajukan permohonan sementara tanggal 18 kemarin ada surat bahwa tidak ada alokasi anggaran 2021,” bebernya.

Adapun syarat atau dokumen yang harus dipenuhi ahli waris antara lain surat kematian dari rumah sakit tempat meninggalnya korban, surat pernyataan ahli waris dari kelurahan, fotokopi KTP korban dan ahli waris, fotokopi KK korban dan ahli waris, akta Kematian dari dukcapil, fotokopi rekening tabungan ahli waris,hingga nomor telepon ahli waris.