oleh

Musda Golkar Makassar, Appi Vs Juniar Arge

Armansyah-Berita, Headline-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Perebutan pucuk pimpinan Partai Golkar Makassar dipastikan berlangsung head to head. Antara Munafri Arifuddin alias Appi versus Juniar Arge.

Kedua kandidat mempertegas keseriusannya bertarung memperebutkan posisi ketua dalam musyawarah daerah (Musda) X Golkar Makassar dengan mengembalikan formulir pendaftaran yang resmi ditutup pada Selasa (23/2/2021) kemarin.

Hanya saja, Appi yang disebut-sebut sebagai kandidat terkuat, butuh diskresi jika ingin memimpin Beringin Makassar. Appi punya kendala maju bertarung lantaran bergabung menjadi kader Partai Golkar pada Agustus 2020 lalu.

Artinya, menantu pendiri Bosowa Corp Aksa Mahmud itu belum setahun jadi kader. Dalam Petunjuk pelaksanaan (Juklak) nomor 2 tahun 2020, syarat bakal calon ketua adalah kader Golkar sekurang-kurangnya satu periode atau lima tahun.

Appi berharap agar bisa lolos berkas mengikuti kompetisi calon Ketua Golkar Makassar. “Saya kembalikan formulir yang akan diverifikasi tim. Saya harap bisa lolos untuk kompetisi pemilihan Ketua Golkar Makassar,” ujarnya.

Meski tersandung persyaratan karena belum lama menjadi kader Golkar, Appi mengaku belum mendapat diskresi.

“Diskresi belum tahu. Kalau tidak, apa boleh buat namanya aturan dukungan ada,” jelas mantan calon Wali Kota Makassar tersebut.

Sementara Juniar Arge menyatakan siap bertarung dengan siapapun dalam musda nanti, termasuk Appi.

“Tentu menjadi komitmen saya. Bahwa saya siap bertarung dengan siapapun, Musda ini adalah arena demokratis dan saya kira saya juga punya banyak dukungan untuk menang,” kata Juniar Arge.

“Saya ini kader lama, sudah 20 tahun mengabdi di Golkar, pendaftaran kemarin saya ditemani 11 pimpinan kecamatan,” lanjutnya.

Selanjutnya, mantan Anggota DPRD Kota Makassar itu akan mempersiapkan dukungan yang lebih banyak dari para pemilik suara dalam musda.

“Saya akan kumpulkan dukungan semaksimalnya. Total suara kan ada 21,” jelasnya.

Adapun 21 pemilik suara yang dimaksud, diantaranya, DPD I 1 suara, DPD II 1 suara, Dewan Pertimbangan 1 suara, Organisasi mendirikan (Soksi, Kosgoro, MKGR) 1 suara, Organisasi didirikan (AMPI, Al-Hidayah, MDI, Saktar, Ulama) 1 suara, Sayap (AMPG, KPPG) 1 suara dan masing-masing Pimpinan Kecamatan 15 suara.

Sektetaris SC Musda Golkar Makassar, Usman Sofyan mengungkapkan secara administrasi, berkas pendaftaran keduanya dinyatakan lengkap.

“Secara administrasi sudah lengkap, tadi Pak Appi serahkan itu ada pernyataan visi-misi, kartu anggota dan lainnya,” ungkap Usman.

Selanjutnya, kata Usman, kandidat diminta untuk melengkapi persyaratan khusus mengumpulkan dukungan sebanyak 30 persen dari total 21 suara yang diperebutkan dalam Musda X Golkar Makassar.

“Sekarang kita tinggal tunggul syarat dukungan, minimal 7 dukungan kalau 30 persen dari total suara yang ada,” katanya.

Sedangkan syarat lain kata Usman, harus jadi kader lima tahun. Dalam hal ini meskipun sudah diterima berkas, akan tetapi syarat administratif apakah menentukan atau tidak.

“Tentu proses musyawarah mencari figur yang terbaik sehingga apa yang menjadi persyaratan itu tentu kami panitia akan meminta petunjuk dan arahan partai baik dari DPD I dan II terkait seluruh dokumen administrasi dari pada bakal calon,” pungkasnya.

Diketahui, total pendaftar bakal calon ketua Golkar Makassar tercatat ada empat orang, mereka diantaranya, Munafri Arifuddin, Juniar Arge, Nurhaldin, dan Ketua AMPI Fadli.
Dari empat calon yang mengambil formulir, hanya dua calon yang mengembalikan. Diantaranya Munafri Arifuddin dan Juniar Arge. Sedangkan Nuhaldin dan Muh Fadil tidak mengembikan formulir.

“Waktu pengambalian batasnya Selasa 23 Februari 2021 (kemarin) ditutup. Ada dua calon mengembalikan formulir yakni Munafri Arifuddin dan Juniar Arge. Kalau Nurhaldin dan Fadil tak sampaikan alasannya,” kata Usman.

Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus mengatakan, peluang Appi dan Juniar menakhodai Golkar Makassar sama-sama kuat.

“Tapi tergantung pemilik suara,” katanya.

Menurut Nurmal, Golkar tak lagi menjadi epincentrum politik di Makassar. Alasannya, kata dia, tak jelasnya positioning Golkar dalam mengawal pemerintahan eksekutif, begitupula dengan tak hadirnya figur yang kuat memimpin parpol ini.

“Ini kesempatan besar bagi Golkar mengembalikan posisi politiknya. Munafri Arifuddin bisa membawa Golkar sebagai oposisi penyeimbang di pemerintahan sehingga tercipta balance dan pengawasan pemerintahan yang kuat,” tambahnya.

Terpisah, peneliti Indo Riset Celebes (IRC), Sudir Jaya, menilai keputusan pencalonan Appi sudah tepat. Golkar Makassar dianggapnya bisa kembali berjaya menyongsong Pilwali Makassar nantinya.

“Appi bisa jadi figur internal Golkar yang kuat untuk pencalonan Pilwali mendatang. Dimana ketika itu tak ada lagi nama Danny Pomanto yang bertarung,” jelasnya.