oleh

KPK Tetapkan Nurdin Abdullah Tersangka Proyek Infrastruktur

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan hasil pemeriksaan enam orang yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Sulsawesi Selatan.

Baca Juga : Kasus NA Diduga Kuat Soal Persekongkolan Usaha

Melalui konferensi pers yang digelar KPK, tiga orang diyakini sebagai tersangka, ialah Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA), Sekertaris PUPR, Edy Rahmat (ER), dan Kontraktor PT Agung Perdana, Agung Sucipto (AS).

“KPK menetapkan 3 (tiga) orang Tersangka. Sebagai penerima NA (Nurdin Abdullah), ER, dan sebagai Pemberi AS,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers, Minggu (28/2) dini hari.

Baca Juga : NA Ditangkap Bersama Kontraktor Langganannya, Agung Sucipto

NA tersandung kasus suap dan gratifikasi atas proyek jalan wisata Bira di Kabupaten Bulukumba. Pernyataan KPK, Nurdin beberapa kali telah menerima suap dari kontraktor, Agung Sucipto mulai dari yang senilai Rp200 juta hingga Rp2 miliar. NA kemudian memberi instruksi kepasa Edy Rahmat untuk mempercepat proses lelang DED.

NA disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Baca Juga : KPK Benarkan Penangkapan Gubernur Sulsel

Sementara itu, AS sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sebelumnya, Nurdin Abdullah diseret KPK pada pukul 02.00 dinihari di Rumah Jabatannya. Waktu itu, NA sedang beristirahat bersama keluarga saat didatangi KPK. Orang nomor satu di Sulsel tersebut kemudian dibawa KPK ke klinik transit untuk swab antigen.

Setelah itu, rombongan dibawa ke Bandara Sultan Hasanuddin berangkat pukul 07.00 ke Jakarta untuk diperiksa KPK. Nurdin dan rombongan mulai diperiksa pukul 10 pagi di gedung merah putih.