oleh

Eks Direktur RS Padjonga Daeng Ngalle, Rahmawati Pilih Bungkam Usai Diperiksa Kejari Takalar

Editor : Armansyah, Penulis : Supahrin-Berita, Daerah, Korupsi, Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM – Mantan Direktur RS Padjonga Daeng Ngalle, dr Rahmawati diperiksa penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar, Kamis (4/3).

Pemeriksaan itu berkaitan dengan dugaan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di RS Padjonga Daeng Ngalle, Kabupaten Takalar.

Selama kurang lebih empat jam diperiksa penyidik, dr Rahmawati memilih bungkam. Dia lalu pergi dan meninggalkan Kantor Kejari Takalar.

“Saya no comment,” cetus dr Rahmawati, saat hendak dikonformasi awak media.

Kasi Pidsus Kejari Takalar, Suwarni Wahab mengatakan pemeriksaan ini terkait temuan BPK soal adanya dugaan korupsi pengadaan alkes di RS Padjonga Daeng Ngalle selama 2013-2019.

“Ini temuan berulang BPK sebesar Rp6 miliar lebih berupa pengadaan alkes sebanyak 152 yang tidak diketahui keberadaannya ” kata Suwarni.

Dia menyampaikan setidaknya ada 22 orang yang dipanggil terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alkes di RS Padjonga Daeng Ngalle. Namun, hanya 15 orang yang memenuhi panggilan penyidik.

Mereka diantaranya, eks direktur rumah sakit dr Rahmawati, dr Nilal Fauziah, dr Novianti, dr Adrian, dr Darwis, dan dr Asriadi.

“Kami juga memeriksa beberapa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pengusaha yang terlibat kasus alkes tersebut,” papar dia.