oleh

Gelar Dialog, PPI Sulsel Bahas Ancaman Radikalisme Para Generasi Muda

Editor : Armansyah-Berita, Komunitas-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Poros Pemuda Indonesia (PPI) Sulsel Gelar dialog bertajuk Tantangan Pemuda dalam Menghadapi Isu Radikalisme di warkop Alira Point Jalan Boulevard Makassar, Sabtu (6/3).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber. Mereka masing-masing, Andi Luhur Prianto Akademisi Unismuh Makassar, Sakka Pati Pengamat Konflik, Irfan Baso Aktivis KAMMI Sulsel dan Ibrahim Ketua Gema Pembebasan Kota Makassar.

Pengamat konflik sekaligus dosen Fakultas Hukum Unhas, Sakka Pati mengatakan, terorisme suatu aksi yang hadir menciptakan ketakutan dengan cara kekerasan dan doktrin radikal untuk mempengaruh situasi politik dimasyarakat.

Aksi radikalisme dan terorisme adalah aksi yang dilakukan secara terorganisir dan merupakan satu kesatuan yang utuh bahkan sulit dipisahkan. Realita dilapangan generasi pemuda banyak terpapar radikalisme diusia 17 sampai 30 tahun.

“Hampir sebagian besar dari kalangan mahasiswa yang telah terpapar di Indonesia dan dari data yang dihimpun dari berbagai sumber menyatakan kelompok yang sudah terpapar sebagian besar diantaranya sepakat untuk melakukan aksi radikal,” jelas Sakka Pati.

Sementara, Akademisi Unismuh Makassa, Andi Luhur Prianto mengatakan doktrin radikal bisa menjadi paham dan sekaligus menjadi ideologi. Bahkan, radikalisme juga bisa menjadi gerakan politik.

“Jika sudah menjadi gerakan politik bisa menjadi lawan tanding bagi yang berkuasa, bahkan lawan bagi paham-paham lain termasuk nasionalisme,” ujarnya.

Solusi radikalisme sepanjang masih ada ketidak adilan dan kesewenangwenangan pemerintah, sambung Luhur, ruang hidup radikalisme masih tetap ada. “Solusinya sempitkan ruang ruang itu dengan adanya keadilan dan ekonomi yang lebih baik dan tentunya dengan pemerintahan yg baik,” tukasnya.