oleh

Pengadaan Layanan Teman Bus Ditunda

Editor : Armansyah-Berita, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Angkutan perkotaan skema buy the service, Teman (Transportasi Ekonomis, Mudah, Andal, dan Nyaman) Bus batal diadakan Maret ini.

Rasionalisasi anggaran yang dilalukan pemerintah pusat menjadi alasannya, operasionalnya direncanakan September mendatang.

Kepala UPTD Mamminasata, Prayudi Syamsibar, mengatakan, program Kementerian Perhubungan ini seharusnya memasuki tahapan pengadaan bus. Hanya saja anggaran yang dirasionalisasi menjadi kendala, dari Rp50 miliar dipangkas menjadi Rp20 miliar.

“Memang rencana kontrak mulai pertengahan Maret sampai akhir April, cuman operasionalnya nanti mulai September atau Oktober. Anggarannya sisa Rp20 miliar tahun 2021, dan Rp65 miliar tahun 2022,” beber Prayudi Syamsibar, Sabtu (6/3).

Dari lima koridor yang telah disiapkan, kemungkinan hanya dua hingga empat koridor yang digunakan tahun ini sebagai uji coba. Koridor I melayani penumpang rute Terminal Mallengkeri-Unhas, koridor II Mall Panakukang-Bandar, koridor III Kampus 2 PNUP Moncongloe-Kampus II PIP Salodong, koridor IV Pelabuhan Soekarno Hatta-UIN Samata, koridor V Kampus 2 PNUP-Terminal Mallengkeri.

“Koridor yang digunakan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Kemungkinan hanya 2 sampai empat koridor. Kami juga meminta beberapa koridor direvisi, apakah ada penambahan rute, atau tambah jarak,” tuturnya.

Untuk operator, pihaknya akan mengupayakan keterlibatan organda. Kemenhub juga berkomitmen mendorong organda untuk berperan, sisa organda memenuhi kebutuhan sesuai syarat lelang.

“Itu operator kan dilelang, artinya semua orang bisa ikut. Masalahnya adalah siapa yang penuhi syarat. Tapi Kemenhub menyatakan siap untuk sosialisasi ke organda, nanti dishub memfasilitasi, secepatnya,” jelas Prayudi.

Terpisah, kepala Dinas Perhubungan Sulsel Muh Arafah menjelaskan layanan teman bus ini sedang dalam persiapan lelang oleh Kemenhub.
“Teman bus ini sudah di survei, rencananya lima koridor. Namun karena adanya pemangkasan mungkin saja sisa dua dua atau tiga koridor tapi kami terus diskusi intens bersama teman-teman di Kementerian,” ulasnya.

Sebagai informasi, hadirnya layanan bus berbasis aplikasi ini nantinya akan digratiskan selama satu tahun. Hal itu menjadi salah satu bentuk promosi untuk menarik masyarakat menggunakan transportasi massal.

Masyarakat bisa mengakses transporasi massal ini menggunakan e-money atau alat pembayaran elektronik. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat bahwa bus ini menggunakan sistem yang canggih dan berfasilitas nyaman.