oleh

Anggaran Rp370 Miliar, Makassar Recover Jadi Harapan Baru Tangani Covid-19

Editor : Armansyah-Berita, Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR. BACAPESAN.COM – Makassar Recover telah resmi diluncurkan. Program ini menjadi harapan baru dalam penanganan pandemi Covid-19 di Kota Makassar.

Tak tanggung-tanggung, program yang mengandalkan sistem Sombere dan smart city ini menelan anggaran Rp370 miliar untuk pengadaan 1000 GeNose buatan Universitas Gajah Mada (UGM).

“Hitungan kalkulasi kita sesuai alat. Kalau GeNose 300 lebih mahal lagi. Jadi saya ambil untuk program GeNose 1000 itu sekitar Rp370 miliar,” ujar Wali kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto.

Dana tersebut, kata Danny diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021, termasuk di dalamnya anggaran proyek Pedestrian Metro Tanjung Bunga yang tidak dilanjutkan senilai Rp210 miliar.

Danny mengatakan, program ini adalah cara baru untuk menyelamatkan rakyat Makassar dari pandemi Covid-19 dan akan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah.

Tentang program ini, Danny mengaku optimis akan berjalan dengan baik melihat antusias dan respon dari sejumlah kalangan termasuk pada perekrtutan relawan yang banyak peminatnya.

“Ukuran optimisme bisa kita lihat dari respon masyarakat yang luar biasa terutama pada perekrutan relawan yang hanya 1-2 hari sudah 10 ribu kita dapat. Kemudian 4 hari kita buka aplikasi lebih 5000 perawat mendaftar dan begitupun dengan dokter,” paparnya.

Dalam waktu satu bulan kedepan, Danny akan melakukan simulasi pelaksanaan program ini. “Minggu depan kita akan menghadap Menteri Kesehatan dan seluruh elemen yang berhubungan termasuk Dirjen Dukcapil karena data NIK-nya itu harus terhubung dengan server Kemendagri dan itu kami sudah komunikasi tinggal administrasi dan regulasinya,” terang Danny.

Danny menambahkan, Makassar Recover sendiri merupakan gabungan dari komitmen di visi-misi Danny-Fatma dalam memberantas Covid-19 di Kota Makassar.

“Dan kami implementasikan melalui tiga sub program, yaitu Penguatan Imunitas, Adaptasi Sosial, dan Pemulihan Ekonomi,” jelasnya.

Program penanganan Covid-19 yang diluncurkan oleh Danny-Fatma mendapat apresiasi dan dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar.

Legislator senior DPRD Makassar, Abdul Wahab Tahir mengungkapkan, konsep Makassar Recover ini sangat luar biasa. Program ini dinilai butuh waktu untuk menyempurnakan realisasinya.

“Secara konseptual, ini luar biasa. Tapi butuh waktu untuk mengaplikasikan. Butuh founding dana besar. Dari asumsinya, ini ada Rp210 miliar dari anggaran infrastruktur yang dialihkan,” ujarnya.

Selain itu, Wahab Tahir juga mengaku pihak DPRD siap memberikan sokongan dana dari silva yang selama ini tersisa di DPRD Makassar. Hal ini juga bisa ditambah dengan PAD dari SKPD terkait.

“Ditambah Silpa Rp500 miliar lebih. Kalau kurang hubungi komisi B. Ditambah lagi dari SKPD. Ada PTSP, ada Bapenda, ada Perusda juga. Kalau mereka tidak capai target PAD, konsekuensinya harus ada sanksi. Tapi kalau berhasil, harus diberi reward,” tutup politisi Golkar itu.

Sedangkan, Mario David selaku Legislator DPRD Makassar dari Fraksi Partai NasDem itu menilai, Makassar Recover merupakan program top yang harus didukung dan dilaksanakan bersama.

“Ini adalah inovasi pertama yang luar biasa. Rencana visi misi Adama memang top. Cuma memang harus diperhatikan dalam tataran aksinya nanti,” katanya.

Menurutnya, setidaknya ada tiga hal yang bisa digunakan untuk mensukseskan program ini. Pertama sumber daya dana, kedua sumber daya manusia, ketiga sumber daya teknologi.

“Harus ditopang juga. Yang pertama anggaran, kedua SDM, dan ketiga teknologi. Kalau sudah lengkap, maka program ini harusnya berjalan dengan baik,” jelasnya.

Sedangkan, Abdi Asmara selaku Ketua Komisi C DPRD kota Makassar menilai, Makassar Recover adalah program yang menyentuh langsung masyarakat.

Ia menegaskan siap mendukung setiap program yang bermanfaat untuk masyarakat. “Program yang dipaparkan pak Danny dan ibu Fatma ini tentu untuk masyarakat. Kami mendukung ketika itu bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, program ini diharapkan mendapat dukungan dati masyarakat dan menjadi tanggung jawab bersama. “Ini tanggung jawab bersama. Saya harap program ini dapat dukungan masyarakat. Soal manfaatnya, masyarakat saja yang merasakan nanti. Khususnya di bidang kesehatan dan ekonomi,” beber dia.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD kota Makassar, Eric Horas mengatakan, Makassar Recover ini patut menjadi contoh untuk kota-kota lainnya. Sebab, program ini dinilai sangat modern dan tepat sasaran.

“Tentu kami apresiasi ide dan gagasan yang disampaikan pak Walikota. Tentu ini jadi motovasi untuk kota lainnya. Sangat modern. Tetapi semua ini harus didukung masyarakat, kemitraan, legislatif, semua harus mendukung. Bukan Pemkot saja,” jelas politisi Partai Gerindra itu.