oleh

Ekspor Sulsel Merosot

Editor : Armansyah-Berita, Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Aktivitas eksportasi Sulsel pada awal 2021 mengalami kontraksi. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat aktivitas ekspor Januari 2021 mengalami penurunan jika dibandingkan Januari 2020.

Penurunan aktivitas ekspor sebesar 19,09 persen atau transaksi sebesar US$74,04 juta dibandingkan Desember 2020, yang transaksinya mencapai US$91,51 juta.

Adapun komoditas penunjang utama aktivitas ekspor di Sulsel anjlok yakni rumput laut dengan penurunan mencapai -56,61 persen, disusul daging dan ikan olahan yakni -50,15 persen, kemudian lak getah dan damar -47,90 persen, besi baja sebesar -34,93 persen dan terakhir adalah nikel -6,94 persen.

Kepala BPS Wilayah Sulsel, Yos Rusdiansyah menyebutkan, ada lima komoditas utama yang diekspor Sulsel Januari 2021, yakni nikel, Garam, belerang, dan kapur, rumput laut dan ganggang lainnya, besi dan baja, dan ikan, udang dan uewan air tidak bertulang belakang.

“Lima komoditas utama yang diekspor Sulsel Januari 2021 ini dengan presentase masing-masing sebesar 71,54 persen, 6,90 persen, 5,83 persen, 5,72 persen dan 2,99 persen,” ujar Yos, Minggu (7/3).

Yos mengatakan, aktivitas ekspor Sulsel Januari 2021 sebagian besar ditujukan ke Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Taiwan, dan Bangladesh dengan proporsi masing-masing 75,12 persen, 13,63 persen, 3,00 persen, 2,89 persen, dan 2,08 persen.

“Dibandingkan dengan Desember 2020 nilai ekspor ke Jepang turun sebesar 6,59 persen, nilai ekspor ke Tiongkok turun sebesar 53,25 persen,” tandas Yos.

Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo mengakui hal tersebut, menurunnya nilai ekspor di Sulsel dipengaruhi oleh pandemi covid-19. Bukan hanya Sulsel, seluruh daerah dan negara lain pun merasakan hal sama.

“BPS sudah menyampaikan data perkembangan ekspor, untungnya kita di Sulsel masih terus berjalan ekspor kita seperti porang dan manggis yang banyak permintaannya. Termasuk nikel meskipun sangat terkontraksi,” ucap Ashari.

Salah satu upaya untuk mengembalikan kejayaan ekspor di Sulsel, melalui event Pinisi Sultan. Yakni kegiatan yang digagas bersama OPD lain. Tidak hanya menampilkan produk-produk unggulan yang ada, tapi juga melakukan pendampingan pemasaran.

“Pinisi Sultan salah satu cara agar kita bisa membangkitkan ekonomi, mulai dari dinas Perdagangan, Dinas PTSP, Dinas Pariwisata,” ucap Ashari.

Sulsel akan terus mendorong percepatan iklim, investasi, perdagangan dan pariwisata yang berdaya saing meski dalam kondisi pandemi. Event Pinisi Sultan ini menggandeng Bank Indonesia.

Melalui event tersebut diharapkan mendorong kesadaran terhadap upaya peningkatan ekspor. Tujuan dan target akan dipaparkan dalam agenda ini, peningkatan kapasitas dan kapabilitas SDM, serta mendorong UMKM yang berorientasi ekspor.