oleh

Kajari Takalar : Tak Ada Kompromi Buat Koruptor

Editor : Armansyah, Penulis : Supahrin-Berita, Daerah, Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar, Salahuddin mengingatkan, anggotanya untuk tidak bermain-bermain dalam penegakan hukum perkara korupsi.

“Khusus untuk perkara korupsi yang ditangani anggota saya saat ini jangan ada belas kasihan. Jika sudah dalam penyidikan segera tetapkan tersangkanya,” kata Salahuddin saat melakukan silaturahim baru-baru ini, dengan sejumlah wartawan dan LSM di warkop Dottoro, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar.

Salahuddin juga meminta kepada semua anggotanya agar mengusut semua perkara korupsi yang dilaporkan elemen masyarakat sampai tuntas.

“Semua perkara korupsi harus tuntas sampai ke akar-akarnya. Kami persilakan teman-teman LSM untuk melapor bila menemukan ada indikasi korupsi di OPD manapun itu,” ujarnya.

Dia juga memberikan ultimatum kepada seluruh bawahannya agar tidak ada permainan dan intervensi dalam penanganan perkara korupsi.

“Kalau ada yang berani intervensi laporkan pada saya. Nanti saya akan laporkan untuk diproses secara berjenjang,” lanjutnya.

Dalam silaturahmi tersebut, mantan Kasipidsus Kejari Mamaju kota ini mengatakan meminta dukungan kepada wartawan dan LSM yang ada di Takalar.

“Dukung kami dalam menegakan hukum, kami tidak berarti apa-apa tanpa dukungan teman-teman wartawan dan LSM di Takalar,” katanya Lagi.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa Kejari Takalar saat ini terbuka bagi wartawan dan LSM. “Asalkan tetap menjaga etika, dan mekanisme sehingga tugas masing-masing pihak berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya.

Dia juga menekankan, anggotanya untuk tidak bermain mata dengan pelaku kejahatan, utamanya kasus dugaan korupsi.

“Kalau teman-teman melihat atau mendengar ada jaksa saya yang menerima sogokan uang, sampaikan langsung ke saya. Saya akan kuliti yang bersangkutan,” tegasnya.

Diketahui, selama menjabat Kasi Pidsus di Kejari Mamuju Kota tahun 2011 sampai 2013, 13 Kepala Dinas yang dilanjutkan kasusnya sampai ke Pengadilan negeri Mamuju dan semuanya vonis hukuman.