oleh

Dana Nasabah BRI Raib, Bastian Lubis : Itu Tanggung Jawab Bank

Editor : Armansyah, Penulis : Hikmah-Berita, Ekobis, Metro, Perbankan-
MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Raibnya tabungan nasabah nampaknya menjadi “kebiasaan” di dunia perbankan. Tak hanya sekali, persoalan seperti ini telah terjadi beberapa kali di sejumlah daerah di Indonesia.
Tidak tangung-tanggung perbankan yang terlibat pun nyatanya didominasi perbankan ber plat merah, milik pemerintah dan bukan pemain baru. Namun dalam penanganan masalah  yang bisa mengacu pada kasus penipuan, manipulasi data atau bahkan  pencucian uang, kejadian ini sering kali membuat instansi cuci tangan dan menyalahkan oknum tertentu atau perseorangan.
Padahal, perbankan adalah perusahaan layanan yang harusnya mampu menjaga kepercayaan, sebanding dengan masyarakat yang telah menaruh kepercayaan penuh hingga dengan tanpa curiga menaruh dananya berjuta-juta bahkan miliaran.
Kasus Sigit Prasetya salah satu yang menjadi korban dugaan penipuan perbankan. Karena kepercayaannya yang besar kepada bank BRI yang merupakan bank plat merah, modal usahanya sebanyak Rp400 juta raib.
Pengamat Keuangan, Bastian Lubis menilai kasus Sigit yang kehilangan dana merupakan masalah berat. Dimana nasabah sering kali dilemahkan dalam hal administrasi ketika menuntut haknya dikembalikan.
“Memang berat dan agak dilema bagi nasabah akan bukti-bukti administratifnya karena semua tersimpan diserver bank sehingga kadang sulit untuk nasabah bisa dengan cepat dapat membuktikan sisa dananya berapa yang tersimpan,” ujar Bastian, Rabu (17/3).
Apalagi kata dia, transaksi yang sifatnya online seperti rekening online di handphone akan sangat mudah hilang.
“Data yang ada di handphone jika ditutup nomer hpnya maka terhapuslah semua data, hal tersebut karena selama ini kita dinina bobokkan dengan kecanggihan ponsel yang dapat terhubung kemana mana, celakanya kalau bank tidak dapat mengantisipasi akan hal yang terjadi saat ini,” sambung Bastian
Lebih jauh, Bastian menegaskan terkait masalah dana rekening yang hilang maka sepenuhnya adalah tanggung jawab Bank. Ia mencontohkan ada bank plat merah memiliki masalah serupa namun cepat diatasi sehingga tidak terjadi gejolak akan kepercayaan masyarakat terhadap bank.
“Kalau dana yang hilang dalam rekening bank, yang bertanggungjawab adalah manajemen bank yang bersangkutan untuk segera mengganti uang nasabahnya.