oleh

Penertiban Terkesan Arogan, Dewan Akan Panggil Lurah dan Camat Bontoala

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Rachmat Taqwa Quraisy menilai penertiban yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) melalui aparat kecamatan Bontoala terkesan arogan dan tebang pilih. Pasalnya, hingga merusak properti pedagang.

“Jangan terlalu brutal dalam bertindak, bisa dilakukan dengan cara persuasif. Kita ini masih dalam kondisi pemulihan ekonomi, harus tak asal main labrak hingga merusak properti pedagang,” tuturnya, Kamis (18/3).

Politisi PPP itu meminta pemerintah setempat mengedepankan etika. “Makassar ini kota adat, datangi baik-baik pedagangnya, jangan bertindak arogan dan asal labrak,” terangnya.

Untuk itu, lanjut RTQ-sapaan akrab Rahmat Taqwa Quraisy, pihaknya akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dan akan memanggil Camat dan Lurah setempat.

“Setelah kegiatan rapat monitor evaluasi (monev) ini, kita coba panggil pihak pemerintah setempat karena ada aduan dari masyarakat. Masa, mereka kita gusur baru itu orang besar kita biarkan begitu saja,” ucapnya.

Hal senada dikatakan, Anggota Komisi A lainnya, Ray Suryadi Arsyad. Ia menyayangkan proses penindakan aparat kecamatan yang melakukan penertiban hingga merusak beberapa barang milik pedagang kaki lima.

Ia melanjutkan, petugas lapangan seharusnya menjalankan tahapan-tahapan yang mesti dilalui.

“Jangan serta merta menghancurkan tempatnya mereka, memang ini sekarang semua orang dalam masa sulit makanya. perlu ada sedikit etika yang harus kita kedepankan bersama,” tandasnya.

Diketahui, Pemerintah Kecamatan Bontoala melakukan penertiban kepada pedagang kaki lima di sepanjang jalan Gunung Bulusaraung, Kelurahan Gaddong Kecamatan Bontoala, Senin (15/3).

Salah seorang pedagang sop kepala ikan, Nida mengakui mengalami kerugian berupa kerusakan tenda dan kehilangan bangku karena disita oleh aparat kecamatan.

“Saya tidak ada di tempat saat kejadian. Nanti setelah penertiban saya lihat bangku sudah tidak ada. Tenda juga sudah hilang, yang tinggal sisa potongannya,” tuturnya.