oleh

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pelanggaran Protkes Demo di Balaikota Makassar

Armansyah-Berita, Hukum-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Kepolisian Resort Besar Kota Makassar menetapkan satu orang tersangka kasus pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di Balaikota Makassar beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul menyampaikan, setelah melakukan gelar perkara pada tanggal delapan Maret lalu dan berdasarkan pemeriksaan sejumlah saksi dalam unjuk rasa yang diduga terjadi pelanggaran protokol kesehatan, pihaknya telah menetapkan tersangka berinisial ZL.

Penetapan ZL sebagai tersangka lantaran dinilai paling bertanggung jawab atas kasus yang menimbulkan kerumunan tersebut. ZL disangkakan melanggar Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 51 – 53, Surat Edaran Pj Walikota Terkait PPKM dan Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Sehingga lelaki ZL dalam hal ini dapat dijadikan tersangka dalam perkara tindak pidana, terkait karantina kesehatan,” jelasnya, Jumat (19/3).

Agus menjelaskan, penetapan tersangka ini dilakukan berdasarkan keterangan dari 15 saksi yang diperiksa, semua keterangan saksi mengarah kepada ZL sebagai penanggung jawab aksi tersebut.

“Tersangka merupakan penanggung jawab dari aksi kemudian kegiatan-kegiatan joget bersama di halaman Balai Kota,” terang Agus.

Meski begitu, ZL tidak ditahan, mengingat ancaman hukuman pasal yang disangkakan di bawah lima tahun.
“Kalau pasal 93, UU Karantina Kesehatan itu kan satu tahun. Kalau 218 itu empat bulan, dua minggu. Sehingga tidak dilakukan penahanan. Tapi proses perkara tetap lanjut,” papar Agus.

Diketahui, dalam aksi unjuk rasa pekerja THM di Balaikota, Rabu (10/3) beberapa waktu lalu, sejumlah demonstran sempat merangsek masuk ke halaman kantor Balaikota Makassar. Bahkan, mereka memainkan musik DJ bersuara keras, di lapangan sambil berjoget.

Agus menilai, aksi yang menuntut pencabutan kebijakan pembatasan operasional usaha ini, tidak beretika. Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Jadi unjuk rasa ini dilakukan dengan cara-cara tidak pantas, dengan menghadirkan DJ kemudian bernyanyi di atas mobil, mengundang kerumunan, sengaja memang dilakukan dan sudah disiapkan,” ungkapnya.
Selain itu, kata Agus para demonstran juga tidak mengantongi izin dari pihak kepolisian.

Sementara itu Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM) Sulawesi Selatan yang dikonfirmasi mengenai penetapan tersangka ini menyatakan belum mengetahui kalau pihak Polrestabes telah menetapkan tersangka.

“Masa? Saya belum tau soal itu,” singkatnya, saat dihubungi via Whatsappnya.