oleh

PUPR Siapkan Rp500 Miliar, Pelindo IV Rp60 milar

Editor : Armansyah-Berita, Ekobis, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pasca peresmian bandara, kolam regulasi nipa-nipa dan tol layang, Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan digenjot pemerintah pusat di Sulawesi Selatan yakni pembangunan tol eksisting Makassar New Port (MNP).

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memulai pembangunannya tahun ini. Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Pareksesit saat ditemui beberapa waktu lalu.

“Habis ini (tol layang) kita akan ke tol MNP. Sudah bisa dikerjakan tahun ini, mungkin kuartal II atau III kita akan mulai,” beber Danang, usai peresmian tol layang, Kamis (18/3) kemarin.

Anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan konstruksi tol MNP sekira Rp500 miliar.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono juga menegaskan akan memprioritaskan tol menunju MNP sepanjang 1 km. Memang ada banyak usulan dari Pemprov Sulsel termasuk tol Mamminasata, tol menuju pantai Losari, dan tol pantai selatan (Makassar-Bulukumba).

Hanya saja, pihaknya akan memfokuskan akses ke MNP dulu, mengingat tol tersebut akan digunakan dalam kegiatan perekonomian, misalnya distribusi barang.

“Yang utama yang akan kita sambungkan ke Newport 1 kilometer, mudah-mudahan kuartal ketiga bisa dimulai karena sudah ada jaringan jalannnya. Kalau Mamminasata sedang kita carikan loannya untuk bisa dibangun, sedang diproses. Kalau loan biasanya satu tahun, mudah-mudahan bisa tahun depan,” tuturnya.

Sebelumnya, Pihak Deputi I Istana Kepresidenan Febry Calvin Tetelepta meminta, Pemprov Sulsel dan PT Pelindo IV mempercepat proses pembangunan ini.

Apalagi akses jalan tol MNP mulai digarap pada 2018 lalu, Febry Calvin Tetelepta menekankan, lahan untuk membangun jaringan jalan existing MNP yang terakses dengan fasilitas kereta api ini bisa segera diselesaikan.

Pemprov Sulsel diminta menentukan lokasi secepatnya, lalu ditindaklanjuti pembebasan lahan oleh Pelindo IV, terakhir Bina Marga melalukan perencanaan konstruksi untuk mendorong pembangunan.

“Akses keluar jalan ke pelabuhan selama ini melewati pasar maupun jalan sepi, olehnya itu kita putuskan bahwa Pelindo IV akan membebaskan lahan kurang lebih 1,5 km,” ujarnya.

Sementara Badan Pengatur Jalan Tol sebagai pengatur jalan tol bertanggungjawab terhadap konektivitasnya agar bisa tembus ke tol. Keuntungannya, Pemprov maupun Pemkot Makassar akan mendapat manfaat yang luar biasa.

“Ke depan dalam desain MNP akan menjadi pelabuhan ekspor besar untuk masuk ke Asia Timur maupun ke Australia sehingga menjadi penghubung Indonesia Timur dalam giat ekspor impor besar di kawasan kita,” tuturnya.

Direktur Keuangan PT Pelindo IV, Choirul Anwar, mengatakan pihaknya telah bersurat ke kepala BPJT Kementerian PUPR, pada 20 Januari lalu tentang finalisasi desain jalan akses tol MNP.

Dalam surat tersebut, Pelindo 4 menyampaikan, telah menindaklanjuti kesepakatan penyiapan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp60 milar tahun 2021, juga telah menyiapkan konsultan dalam rangka kajian proyeksi trafik dari dan menuju MNP yang saat ini dalam proses penyusunan.

“Tahun 2022 pembangunan MNP tahap lanjutan akan selesai,” ucapnya.

Dengan begitu, tahun 2023 seluruh kegiatan bongkar muat petikemas akan pindah dari pelabuhan lama ke terminal MNP. Diperkirakan akan melayani bongkar muat peti kemas sebanyak 978.056 TEUs.

Sehingga kata Choirul Anwar, pembangunan jalan akses tol MNP sudah sangat mendesak.
“Dana pembebasan lahan sudah dianggarkan, tapi kami belum menerima data lokasi tanah yang harus dibebaskan,” tuturnya.