oleh

KPU Makassar Jadi Pencontohan e-Coklit Pemilu 2024

Armansyah and Yadi-Berita, Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai daerah percontohan untuk penerapan aplikasi Elektronik Pencocokan dan Penelitian (e-Coklit) secara nasional di Pilkada serentak 2024.

Meski sudah dilakukan sejak Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) 2020. Namun, kini pihak KPU RI ingin agar diterapkan serentak pada pemilu 2024 mendatang dalam pendataan data pemilih.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI hadir di Makassar melakukan rapat di Kantor KPU Kota Makassar, Minggu (21/3).

Saat dikonfirmasi , Komisioner KPU Makassar, Endang Sari menuturkan, kunjungan anggota KPU RI Divisi dan Informasi Viryan Azis ke KPU Makassar dalam rangka supervisi dan monitoring terkait evaluasi pelaksanaan E- Coklit.

“Tujuanya agar menerima penjelasan dan saran sebagai bahan persiapan digitalisasi Pemilu dan Pemilihan Serentak tahun 2024, khususnya pada pemutakhiran data pemilih,” ujarnya saat ditemui di kantor KPU Makassar, Senin (22/3).

Akademisi Unhas ini menambahkan, evaluasi dimaksud untuk dijadikan bahan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan Serentak tahun 2024 agar penggunaan teknologi informasi sebagai alat dukung dapat diterapkan.

“KPU Makassar berharap digitalisasi proses dan hasil Pemilu menjadi salah satu yang diprioritaskan untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas ke publik juga efektifitas tahapan Pilkada dan Pemilu yang dilaksanakan,” harap Endang.

Sedangakan, Viryan Azis menuturkan, KPU RI hadir melakukan supervisi dan monitoring terkait evaluasi pelaksanaan pencocokan dan penelitian elektronik (e-Coklit).

“Ini tentu yang telah diterapkan KPU Kota Makassar Pilwalkot 2020 lalu, maka untuk dijadikan rujukan pada Pemilihan Umum dan Legislatif tahun 2024 mendatang,” paparnya.

Ia menjelaskan, supervisi dan monitoring ini berkaitan dengan evaluasi pelaksanaan e-Coklit di Kota Makassar sebagai bahan persiapan digitalisasi pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024.

Pihaknya pun merespons upaya KPU kota yang mengevaluasi pelaksanaan e-Coklit setelah dijalankan pada Pilkada Serentak 2020, termasuk apa saja yang perlu dibenahi.

“Evaluasi ini dimaksudkan untuk dijadikan bahan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024. Agar penggunaan teknologi informasi sebagai alat dukung dapat diterapkan,” tutup Viryan.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Makassar Faridl Wajdi mengaku, evaluasi terhadap e-Coklit tersebut sebagai bagian dari penyempurnaan alat atau aplikasi dalam hal pendataan pemilih menuju digitalisasi pemilu dan pilkada serentak pada 2024.

“Proses digitalisasi data pemilih akan lebih memudahkan penyelenggara dalam hal pendataan. Selain dinilai lebih akurat, data pemilih juga akan lebih mudah diakses dan dipantau oleh publik,” tuturnya.

Digitalisasi, kata dia, proses dan hasil pemilu menjadi salah satu yang diprioritaskan untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas ke publik, juga efektifitas tahapan pilkada dan pemilu yang dilaksanakan.

“Sebelumnya, aplikasi e-Coklit data pemilih dikembangkan KPU Kota Makassar setelah melalui uji coba pada 12 daerah kabupaten kota di Sulsel, yang menggelar Pilkada Serentak 9 Desember 2020,” ujar mantan Badan Pekerjaan Lembaga Anti Korupsi ACC Sulawesi itu.