oleh

Dewan Khawatir PPDB Amburadul

admin 1-Headline-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021 di Makassar diharapkan tidak amburadul, seperti yang terjadi tahun sebelumnya. Pasalnya, proses PPDB tahun lalu banyak mendapat protes dari orang tua. Khususnya untuk jalur zonasi, serta jaringan server yang kerap bermasalah.

“PPDB tahun 2019 dan 2020 lalu banyak yang dikeluhkan, seperti server yang sulit diatur kemudian data yang tidak akurat, juga koordinat yang tidak sesuai saat ada pendaftaran PPDB,” ujarnya, Rabu (24/3/2021). Olehnya itu, pihaknya akan segera memanggil dinas pendidikan selaku penanggung jawab untuk membahas persiapan PPDB 2021.

“Insya allah bulan ini kami akan melaksanakan rapat kerja dengan seluruh OPD terkait agar PPDB tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu,” tegasnya.

Politisi Partai Golkar ini mengingatkan kepada dinas terkait untuk tidak mengulangi persoalan yang terjadi tahun lalu. “Kita mau rapat khusus dengan dinas pendidikan untuk mengantisipasi hal yang karut marut seperti tahun 2020 lalu,” jelas Wahab.

Wahab mengungkapkan, pentingnya mengedukasi orang tua siswa. Bahwa semua sekolah sama dan tidak ada lagi istilah sekolah unggulan. Sehingga pendaftar tidak menumpuk di satu sekolah sementara sekolah lain jadi minim peminat.

“Kami tidak mau peristiwa yang sama terjadi. Bodohlah kita kalau kemudian kita mengalami eror yang sama. Supaya kita tidak masuk kategori orang bodoh yah jangan terulang,” tegas Wahab.

Pengawasan ketat bagi seluruh panitia PPDB di sekolah masing-masing juga perlu dilakukan agar mampu menghindari terjadinya potensi KKN. “Kalau ini berjalan dengan baik insya allah PPDB tahun ini akan lebih optimal,” ungkapnya.

Disdik Kota Makassar sempat membeberkan persoalan PPDB yang dianggap berpotensi kembali bermasalah di 2021 ini. Salah satu penyebabnya lantaran ada persoalan database yang tidak valid pada aplikasi Data Pokok Peserta Didik (Dapodik). Data tersebut dianggap sangat penting utamanya untuk sistem zonasi.

Dimana data alamat mengacu pada sistem Dapodik. Disdik kemudian mengajukan usulan pengadaan aplikasi khusus dalam rangka validasi data sebagai antisipasi persoalan data PPDB 2021 mendatang.

“Jadi nanti bisa kita awasi dan kita evaluasi melalui aplikasi itu secara keseluruhan. Sistem pendataan kita masih di excel saja,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Amalia Malik.

Amalia Malik mengaku, Dinas Pendidikan Makassar sudah memetakan zonasi PPDB 2021. Dibagi ke dalam 6 zona. Enam zonasi tersebut dibagi berdasarkan luas wilayah dan ketersediaan sekolah. Masing-masing zona memiliki cakupan wilayah yang berbedah-beda.

Pada zonasi I misalnya, hanya mencakup dua kecamatan saja. Yakni Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea. Ini lantaran kedua kecamatan tersebut punya wilayah yang cukup luas dan memiliki ketersediaan sekolah yang memadai.

“Ada kecamatan yang masuk di beberapa zonasi. Itu karena daerahnya beririsan antar kecamatan. Kemudian wilayahnya juga tidak terlalu besar,” ujarnya.

Amalia menyatakan, peluang untuk masuk ke sekolah negeri di dalam area zonasi tahun ini semakin besar. Sebab, kuota zonasi untuk SD, dijatah sebesar 80 persen dari total kuoata sekolah. Sedangkan untuk SMP diberi jatah sebesar 70 persen.

“Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi khusus yang bisa diakses melalui web resmi Dinas Pendidikan Kota Makassar di www.disdik.makassar.go.id dengan link khusus PPDB,” ucapnya.

Kata dia, untuk jalur zonasi tingkat SD harus mengunggah kartu keluarga (KK) dan akte kelahirannya. Kemudian akan diverifikasi langsung ke Disdukcapil bahwa berkas yang bersangkutan betul telah terdaftar.

Untuk jalur prestasi, selain persyaratan tersebut juga mereka harus mengunggah piagam-piagam penghargaan yang dimiliki disertai surat keterangan dari penyelenggara. “Begitu pun untuk jalur afirmasi diharuskan mengunggah kartu prasejahterah yang sudah terdaftar di dinas sosial,” terangnya.

Diketahui, tahun 2020 lalu banyak masalah soal PPDB di Kota Makassar. Pendaftaran yang sebelumnya dijadwalkan pada 22 Juni 2020 ditunda hingga awal Juli 2020 kala itu.
Saat itu, keterangan muncul penundaan pendaftaran PPDB dikarenakan pemerintah kota harus melakukan penyesuaian dengan aplikasi yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selain menyediakan server untuk dikoneksikan ke aplikasi. Disdik Kota Makassar juga harus mengirim data pokok pendidikan (Dapodik) ke kementrian untuk selanjutnya diverifikasi melalui sistem.
Setelah dapodik kita kirim dan diverifikasi, aplikasi itu langsung dikirim ke kita, tinggal nanti dikoneksikan dengan server yang ada.

Lantas apa solusi agar antisipasi hal ini tak terulang di 2021 ini. Pihak Disdik Kota Makassar, nantinya membuka pendaftaran dilakukan dengan sistem pendaftaran daring di situs ppdb.makassar.go.id.

“Jalur PPDB non-zonasi ini terdiri dari jalur afirmasi (untuk siswa dari keluarga tidak mampu), prestasi akademik, nonakademik, dan jalur perpindahan tugas orang tua-wali. Pendaftaran PPDB jalur non-zonasi akan berlangsung selama tiga hari,” katanya.

Amalia menjelaskan, setelah mendaftar daring, calon siswa akan memiliki akun di situs PPDB Makassar. Selanjutnya nanti, calon siswa dapat mengetahui pengumuman siswa-siswa yang akan diterima dan akan mendaftar ulang.

Amalia berharap calon peserta didik tidak mengalami hambatan saat mendaftar secara daring. Adapun daerah tertentu yang mengalami kendala, seperti masalah jaringan internet, calon peserta diminta datang ke sekolah dan akan dipandu operator yang disiapkan Disdik Makassar.

“Kami optimis tidak ada lagi kendala jaringan internet karena Makassar termasuk kota besar, terkecuali di wilayah kepulauan, yang mungkin susah sinyal, calon peserta bisa ke sekolah untuk dibantu operator kami,” jelas Amalia. (*)