oleh

Kejari Tator Kembali Laksanakan JMS Di SMPN 2 Rantepao

admin 1 and Cherly-Toraja Utara-

TORAJA UTARA, BACAPESAN.COM – Salah satu program Kejaksaam Negeri (Kejari) Tana Toraja yang masih membawahi di kabupaten sekaligus yakni kabupaten Tana Toraja (Tator) dan Toraja Utara (Torut) adalah program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang dilaksanakan setiap tahunnya tetapi karena dalam satu tahun terakhir ini terjadi pandemic sehingga kegiatan tersebut tertunda.

Namun seiring berkurangnya jumlah pasien serta saat ini pemerintah sedang menjalankan program vaksin secara bertahap sehingga keadaan berangsur-angsur membaik, dan beberapa kegiatan kembali dilaksanakan seperti di Torut dimana proses pembejalaran dengan cara tatap muka di beberapa sekolah telah berjalan dengan terus menerapkan protokoler kesehatan (prokes).

Olehnya itu program JMS oleh Kejari Tator pun mulai dilaksanakan, dimana pada, Rabu, 24 Maret 2021 di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Rantepao dilaksanakan untuk pertama kali pada tahun ini.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tator, Jefri P. Makapedua kepada sejumlah siswa menjelaskan tentang apa yang menjadi tugas jaksa, apa saja yang dilakukan,

“Kami datang bukan hanya untuk memberi materi ataupun pemahaman apa itu hukum dan aturan hukum tetapi tujuan utama kami yaitu kami mau dekat dengan adek – adek, bukan sebagai orang tua tetapi lebih menjadi sahabat kalian “ungkap Jefri

Lebih lanjut dikatakan bahwa dengan kegiatan JMS ini diharapkan bisa membentuk karakter anak demi masa depan mereka agar terhindar dari hal-hal yang dapat merusak generasi muda terutama dalam hal narkoba, sex bebas dan juga tindakan bunuh diri. Bahkan dirinya berharap siswa yang ada nantinya bisa menjadi bagian korps Adhyaksa.

“Kami punya harapan agar adek – adek dapat berkarakter juga berhasil kedepannya, termasuk di bidang pendidikan dan siapa tahu ada yang jadi jaksa dan lebih baik lagi jika jadi Kajari. Namun untuk mencapai semua itu adik-adik harus menghindari masalah narkotika, sex bebas dan tindakan bunuh diri. Ayo adik-adik jauhi bermasalah dengan hukum dengan menghindari pelanggaran hukum ” ketus Jefri.

Dalam kesempatan itu juga, Kasi Intelejen Kejari Tator, Ariel D. Pasangkin membawahkan materi seperti mengenal apa itu bahaya narkotika, bullying, pencabulan/seks bebas dan tindakan bunuh diri. Dan juga lebih menyampaikan tentang apa tugas pokok, fungsi dan kewenangan jaksa dalam penegakan hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara Kepala SMP Negeri 2 Rantepao, Zeth Patanduk kepada BACAPESAN.COM disela-sela kegiatan mengatakan bahwa Kejari Tator telah dua kali melaksanakan JMS di SMPN I Rantepao, untuk itu dirinya mengapresiasi program Kejari Tator yang melakukan penyuluhan tentang hokum, terutama dalam hal narkotika, sex bebas dan juga tindakan bunuh diri kepada siswa-siswa dari dini melalui program JMS.

“Saya sangat berterima kasih, karena untuk kedua kalinya Kejaksaan datang di sekolah ini dan anak didik yang telah mengikuti JMS ini dapat membuka pemikiran anak didik terkait hukum, dan membentuk karakter yang baik . Dan puji Tuhan sampai saat ini siswa kami belum ada yang tersangkut masalah narkotika, sex bebas dan bahkan tindakan bunuh diri ” kata Zeth.

Dirinya menambahkan bahwa kegiatan tersebut sangat terbatas serta tetap menerapkan prokes. Dirinya juga berharap mellaui kegiatan ini melihat siswa akan sangat banyak menerima manfaat. Dan SMPN 2 siap jika program ini bisa dilanjutkan disekolahnya kembali.(*)