oleh

Suporter : Kembalikan Stadion Mattoanging

Armansyah-Berita, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Rasa kecewa dirasakan oleh suporter PSM, kandang pasukan Ramang sudah dirubuhkan, rata dengan tanah. Ditambah lagi, tidak ada kejelasan dari pemerintah Provinsi Sulsel soal kelanjutan pembangunan stadion tersebut.

Para suporter melakukan aksi menyalakan lilin tepat di depan monumen Mandala jalan Sudirman, Kamis malam (26/3). Mereka datang menyuarakan harapan untuk stadion kebanggannya.

Salah satu supporter PSM, Sadakati Sukma menyayangkan adanya perbedaan pendapat dan kisruh antara Plt Gubernur, Dispora, dan Pemkot Makassar. Cara mereka memberi respon soal stadion justru menambah kebingungan masyarakat.

Ia menilai tidak ada sinergi, dimana Plt Gubernur Sulsel mengatakan akan melanjutkan pembangunan yang prioritas, hanya saja tidak detail pembangunan apa yang dimaksud.

Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel, Andi Arwin Asiz tetap memberi harapan dengan terlaksananya tahapan-tahapan menuju pembangunan konstruksi. Belum lagi Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto yang menilai stadion tidak layak dibangun dengan alasan perizinannya yang tidak rampung.

“Ini kan yang membuat kita menjadi risau, seharusnya ada sinergi antar mereka. Artinya kami cuma ingin kalau bisa antar Pemkot dan Pemprov terlepas dari siapa punya kewenangan membangun dan kewenangan ijin bisa duduk bersama,” keluh Sadakati Sukma.

Yang pasti kata dia, besar harapan para supporter agar stadion yang sudah diratakan bisa dibangun kembali. Pemerintah harus bertanggungjawab untuk mengembalikan stadion Mattoanging.

Menilik kembali desain perencanaan stadion, kata Sadakati Sukma sudah sangat tepat, dimana dalam perencanan tersebut selain ada tempat berlaga, juga disediakan fasilitas lainnya seperti taman, arena bermain, parkir, lintasan joging, dan lainnya.

“Kalau diubah dari rencana sebelumnya, apapun desainnya yang penting stadion Mattoanging harus memiliki standar untuk digunakan sebagai venue dalam pertandingan sepakbola baik Asia maupub dunia,” tegasnya.

“Kalau dibongkar kemudian tidak bisa memenuhi standar, sama aja dengan lama. Karena kita menginginkan PSM ketika berlaga di ajang, tidak perlu lagi ke kota lain karena suda ada Mattoanging dengan wajah baru,” sambungnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel, Andi Arwin Asiz mengatakan, aksi yang dilakukan supporter merupakan bagian dari dinamika dalam pembangunan.

Yang penting kata dia, tahapannya tahapannya senantiasa berpedoman dengan aturan. Dalam pelaksanannya, Arwin mengaku dikawal oleh LKPP RI, BPKP, Tim Teknis daru PUTR, serta APIP.

“Tender MK (Managemen Konstruksi) juga masih berlangsung prosesnya di LPSE biro PBJ (Pengadaan Barang dan Jasa),” tulis Arwin melalui pesan WhatsApp, Jumat (26/3).

Kata dia, Pemerintah Kota Makassar juga tidak berwenang untuk menghentikan pembangunan stadion, karena tidak masuk dalam perencanaan pembangunan Kota Makassar. “Kenapa pemkot yang hentikan bukan asetnya dan bukan juga program kegiatannya,” tegasnya.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman kikir berkomentar soal kejelasan stadion yang direncanakan berstandar FIFA ini. “Saya tidak berstatement paling tidak kita lihat kedepan saja,” singkatnya.