oleh

DPP-IMMIM Nilai Aksi Bom Bunuh Diri di Katedral Ciderai Kerukunan Beragama

Editor : Armansyah, Penulis : Hikmah-Berita, Metro-
MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Dewan Pengurus Pusat Ikatan Masjid Mubalig Indonesia Muttahidah (DPP-IMMIM) menilai peristiwa pemboman yang terjadi di Gereja Katedral Makassar menciderai kerukunan  beragama di Sulsel.
Hal tersebut disampaikan langsung Ketua Umum DPP IMMIM Prof.Dr. H. Ahmad M.Sewang dalam rapat bersama Harian Rakyat Sulsel di Gedung Islamic Centre, Jl.Jendral Sudirman Makassar.
Dalam rapat tersebut, hadir pula
Ketua 1 sekaligus Ketua YASDIC IMMIM Muh Ridwan Abdullah, Sekertaris Umum Muh Ishaq Shamad dan sejumlah pengurus DPP IMMIM.
“Yang terjadi ini mencederai upaya upaya membina dan penumbuh kembangan kehidupan rukun dan damai yang telah dibangun dan dipertahankan dengan baik oleh seluruh komponen masyarakat di Sulawesi Selatan selama ini,” tegas Prof Ahmad, Selasa (30/3).
Atas dasar perbuatan yang dinilai menciderai kehidupan beragama tersebut, DPP IMMIM memberika pernyataan  sikap.
Pertama, DPP IMMIM menyatakan duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban, akibat tragedi bom yang terjadi pada Ahad 14 Sya’ban 1442 H/ 28 Maret 2021 M, di depan Gereja Ketedral Makassar.
Kedua, tindakan tersebut tidak bisa ditolerir, karena sangat tidak manusiawi dan tidak ada satu ajaran agama apapun yang membenarkan peledakan bom seperti itu.
Ketiga, DPP IMMIM mengutuk dengan keras dan menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut, dan meminta kepada aparat penegak hukum agar mengusut tuntas dan menemukan dalang dan siapapun yang terlibat pada peristiwa tersebut, serta menghukum mereka dengan hukuman maksimal berdasarkan aturan perundang undangan yang berlaku.
Keempat, DPP IMMIM meminta kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat yang berdiam di kota Makassar agar tetap tenang, tidak menambah keruh suasana dengan menerima dan atau menyebarkan isu-isu yang tidak diketahui asal usul dan kebenarannya. Sebaliknya mempercayakan penanganan perisitiwa tersebut kepada aparat negara yang berwenang.
Kelima DPP IMMIM meminta kepada seluruh mubalig IMMIM, agar dalam berdakwah mengedepankan ajaran yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan, sikap saling menghargai perbedaan dan memelihara kerukunan serta merawat keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sudah tiba saatnya mengubah ‘citra agama’dari kekerasan yang berlumuran darah menjadi citra kedamaian, kasih sayang, toleransi dan rahmatan lil alamin.
“Demikian pernyataan sikap kami ini sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan kehidupan yang rukun dan damai sesuai dengan ajaran Islam,” tutup Ahmad.