oleh

Jelang Ramadan, Disdag Makassar Jamin Elpiji 3 Kg Tak Melambung

Editor : Armansyah-Berita, Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas LPG 3 kilogram (Kg) dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, ada kenaikan sekira Rp3.000. Terlebih, menjelang Ramadhan, potensi kenaikan harga jauh diatas HET bagi pengecer semakin tinggi.

Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disdag Kota Makassar, Ikhsan NS mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemantuan agar tidak ada permainan harga di kalangan pengecer.

“Agar tidak terjadi kelangkaan dan tidak terjadi permainan harga tentu kami intens melakukan koordinasi, baik dengan pemerintah provinsi dan pihak pertamina,” ungkap Ikhsan, Selasa (30/3).

Selain itu, Ikhsan juga akan melakukan pengawasan rutin disetiap agen dan pangkalan agar pasokan dan harga tetap dalam jalur yang telah ditentukan.

“Karena sebenarnya itu kadang ada calo-calo, yang mempermainkan harga sebelum sampai ke pengecer atau di warung-warung kelontong. Makanya itu akan dipantau juga, jangan sampai melambung nanti harganya,” terangnya.

Ikhsan menambahkan, bagi pihak-pihak yang berani menaikkan harga diatas yang ditetapkan pemerintah akan diberi sanksi. Termasuk pencabutan izin usahanya.

“Kita selalu imbau ke agen dan pangkalan agar lebih selektif memberikan ke pengecer ini gas LPG, karena sebenarnya juga LPG 3 kg ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat prasejahtera kalau yang kayak penjual coto dan lainya itu tidak boleh mereka pakai LPG 3 kg,” jelasnya.

Untuk kenaikan harga yang akan berlaku per 1 April 2021 ini lanjut, akan disosialisasikan pada masyarakat.

“Setiap ada kebijakan baru tentu kami akan ada sosialisasi dulu. Kita menunggu dari pemprov karna akan ada agenda untuk meninjau dilapanagan, kondisinya seperti apa. Apa yang perlu kita jaga ini, stok dan harga,” ujarnya.

Diketahui kebijakan ini ditetapkan dalam peraturan gubernur Sulawesi Selatan nomor 11 tahun 2021 tentang pedoman HET Liquefied Petroleum Gas tabung 3 kg.