oleh

Ada Pungli di Anjungan, UPT Losari : Pedagang Berjualan Gratis 

Editor : Armansyah, Penulis : Hikmah-Berita, Metro-
MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pantai Losari menampik adanya tudingan pungutan liar (pungli) yang dilakukan pihaknya ke para pedagang di kawasan Anjungan pantai Losari.
Hal itu disampaikan Kepala UPT Losari, Nurul Akbar. Kata dia, pungutan tersebut dilakukan oleh serikat pedagang yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI).
“Kami tidak pernah meminta pungutan kepada para pedagang di pantai Losari, mereka berdagang di tempat ini gratis,” tegas Akbar–sapaan akrabnya, Kamis (1/4).
Akbar menjelaskan, pungutan yang dilakukan SRMI dan terekam dalam video merupakan iuran untuk pedagang dengan ditandai atribut SRMI. Itu, juga hasil kesepakatan antar pedagang tanpa campur tangan UPT.
“Kita akan tindak tegas oknum yang menyebar luaskan video dan menuduh pihak UPT Pantai Losari yang melakukan pungli,” ungkapnya.
Sementara, kata Akbar, jika UPT menemukan  pihak SRMI melakukan pungutan liar tak sesuai dengan kesepakatan dengan pedagang maka dirinya akan menindak tegas.
“Kita akan tindak tegas jika memang ada pungli. Jika Sarikat yang melakukan, akan dicabut keanggotaan dan dicabut izin jualannya di pantai losari,” pungkasnya.
Terpisah, Wakil Ketua SRMI, Firdaus
membenarkan adanya pungutan ke pedagang. Ia menjelaskan Serikat dan para pedagang telah bersepakat mengenai hal tersebut.
“Itu iuran, bukan pungutan. Iuran tersebut juga telah disepakati para pedagang dengan nominal Rp5 ribu dan tidak ada paksaan terkait ikutan tersebut,” ungkap Firdaus.
Kata Firdaus, iuran tersebut telah disepakati dalam rapat Serikat yang melibatkan seluruh pedagang. “Iuran tersebut biaya pemeliharaan misalnya membeli kantong sampah, memasang banner dan sebagainya,” terang dia.