oleh

PIM Gelar Studi Banding Terkait  Budidaya Porang

Editor : Armansyah, Penulis : Hikmah-Berita, Ekobis-
MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Belakangan peran perempuan semakin urgen diberbagai lini. Ini juga yang disadari Perempuan Indonesia Maju (PIM). Lewat berbagai kegiatan positif, PIM berkembang semakin luas hingga merambah Sulawesi Selatan.
Meski masih dalam tahap pembentukan di Sulsel, PIM yang di gawangi Ida Noer Haris ini terus menggiatkan edukasi bagi perempuan Sulsel.
“Jadi Perempuan Indonesia Maju ini merupakan sebuah wadah bagi setiap perempuan. Perempuan Indonesia Maju adalah organisasi pertama yang menghimpun perempuan dari semua latar belakang dan semua sektor tanpa memandang latar belakang politik,” ujar Ida, Jumat (2/4).
Saat ini kata Ida, pihaknya telah mengantongi SK pembentukan organisasi Perempuan Indonesia Maju di Sulsel, “Rencananya kami akan melaksanakan pelantikan setelah Ramadhan tahun ini,” sebut Ida.
Salah satu kegiatan  positif yang digelar sebagai rangkaian dari pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PIM Sulsel yakni edukasi disektor pertanian. Ini diwujudkan dengan studi banding cara budidaya tanaman Porang yang digelar 31 Maret- 1 April di Madiun.
“Sektor pertanian merupakan sektor yang paling potensial sekaligus sektor yang tak terpengaruh dengan adanya covid 19,” cetusnya.
“Melalui edukasi tersebut, sebanyak 17 orang pengurus kami ikut sertakan. Dalam kegiatan ini kita diajarkan terkait budidaya Porang dan potensi apa saja yang bisa dihasilkan dari tanaman ini. Pasca kegiatan ini juga, pengetahuan terkait budidaya Porang akan disosialisasikan  kepada perempuan di Sulsel,” paparnya.
Selain kegiatan ini, Ida membeberkan pihaknya akan terus melaksanakan kegiatan positif diberbagai sektor potensial di Sulsel. Sebagai contoh, pameran tanaman hias dengan melibatkan sekitar seratus perempuan Sulsel akan dihelat dalam waktu dekat ini.
Salah satu peserta Studi banding Herni Tarru mengaku senang dapat mengikuti kegiatan yang bersifat edukatif ini.
“Perjalanan kami memakan waktu empat hari dengan rute Makassar, Madiun, Solo, Semarang dan kembali lagi ke Makassar,” beber Herni.
Lebih jauh Menurut Herni, dengan kegiatan ini dirinya bisa tau lebih banyak mengenai Porang.
“Meski bisa ditemukan di beberapa Kabupaten di Sulsel, namun pusat pengelolaan Porang ada di Madiun makanya kami studi banding kesini. Porang ini memiliki potensi besar untuk dibudidayakan, dalam studi banding ini kita diajarkan banyak hal terkait manfaat Porang yang tidak hanya bisa dikonsumsi tetapi juga bisa menjadi obat dan kosmetik,” tutupnya.