oleh

Cuaca Buruk Intai Sulsel, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi

Editor : Armansyah-Berita, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pasca diguyur hujan dan angin kencang selama dua hari, sejumlah daerah di Sulsel mangalami banjir, Kabupaten Gowa dan Makassar misalnya. Beberapa warga telah dievakuasi oleh BPBD dan relawan bencana.

Sub Koordinator Pelayanan Jasa BBMKG Wilayah IV Makassar Siswanto mengatakan, BMKG memang telah memprediksi adanya peningkatan curah hujan sejak 1 hingga 4 April mendatang. Kondisi cuaca tak stabil itu terjadi di Sulsel bagian barat dan Selatan.

Siswanto bilang, kondisi ini dipengaruhi adanya MGO (Madden Julian Oscillation) atau fenomena gelombang bergerak melambat dari belahan barat Afrika ke Timur Samudra Pasifik dengan periode 30-60 hari. MGO tersebut aktif di kuadran 4 dan berpengaruh di wilayah Sulsel.

“Kami sudah mengeluarkan prospek sebagai bentuk kewaspadaan kita semua terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang berpeluang terjadi,” ujar dia, Jumat (2/4).

Gelombang ros di ekuatorial atau adanya gelombang angin juga terjadi di Sulsel tepatnya di antara Sulawesi Utara dan Selatan yang merupakan perairan selat Makassar.

“Gelombang ros di ekuatorial adalah pergerakan gelombang atmosfer yang bergerak ke barat sepanjang wilayah ekuator, jadi dia itu di antara 20 derajat LU dan 20 derajat LS dan posisinya tepat berada di Sulawesi. Periodenya kurang dari 72 hari. Gelombang ini bisa bertahan hingga 7-10 hari,” sebutnya.

Kedua fenomena tersebut kata Siswanto berdampak pada wilayah pesisir barat, yakni Kabupaten Pinrang, Parepare, Barru, Maros, Makassar,sebagian dari wilayah Kabupaten Sidrap dan Soppeng, dan pesisir selatan meliputi sebagian wilayah Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba dan Kepulauan Selayar.

BMKG mengimbau kepada pengguna transportasi darat, udara dan laut agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Seperti potensi banjir, tanah longsor, pohon tumbang, angin kencang dan sebagainya.

Terpisah, pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, meninjau ketinggian air Sungai Jeneberang, di Jembatan Kembar, Kabupaten Gowa. Peninjauan tersebut dilakukan untuk mengecek kondisi air Sungai Jeneberang.

Andi Sudirman Sulaiman, meminta kepada warga di hilir Sungai Jeneberang, khususnya sempadan sungai, agar dapat menghindar dari lokasi. Pasalnya, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang sebelumnya mengeluarkan surat peringatan agar masyarakat bisa mengantisipasi banjir, dan menghindari lokasi sempadan Sungai Jeneberang.

“Informasi yang kami terima, kondisi elevasi Sungai Jeneberang hilir sudah berangsur normal, tapi saya minta masyarakat di hilir Sungai Jeneberang tetap tenang dan tetap mengantisipasi dampak banjir,” ujarnya, Jumat, 2 April 2021.

Informasi dari BBWS Pompengan Jeneberang sekira pukul 08.00 pagi, kondisi elevasi sungai jeneberang hilir saat ini berada pada tingkat +31,60 Mdpl, sedangkan elevasi waspada pada angka +31,79 Mdpl, elevasi siaga +32,24 Mdpl. Sementara waduk bili-bili masih dalam keadaan normal.

“Kami akan tetap berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait untuk memantau perkembangan kondisi elevasi Sungai Jeneberang dan beberapa tempat lainnya,” tegasnya.

Menanggapi adanya sejumlah wilayah di Kota Makassar yang mengalami pemadaman listrik, Plt Gubernur mengaku telah berkoordinasi dengan PLN.

“Pemadaman terjadi akibat adanya pohon tumbang. Saat ini pihak PLN sedang berupaya menyelesaikan permasalahannya,” jelasnya.

Ia pun mengimbau kepada seluruh warga untuk berhati-hati karena selain curah hujan yang tinggi, ancaman pohon tumbang akibat angin kencang juga perlu diwaspadai.

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Gowa, Ikhsan Parawansa mengatakan, sebagai langkah antisipasi bencana alam pihaknya sudah membangun posko bencana. Posko tersebut pun akan di standby selama 24 jam.

“Jika ada kejadian-kejadian kami langsung turun dan di posko kami terus memantau dan kami siap membackup jika ada hal yang terjadi yang tidak diinginkan,” katanya, Jumat (2/4).

Tak hanya posko di tingkat kabupaten, posko penanganan bencana juga dibentuk hingga ke tingkat kecamatan, desa dan kelurahan.

Ia pun menyebutkan hingga saat ini tercatat sudah sebanyak 35 pohon tumbang, sejumlah lokasi pun terendam banjir, termasuk banyak juga kantor dan rumah yang rusak akibat cuaca ekstrem tersebut.

Sementara Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan juga mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan berdoa agar cuaca ekstrem berupa hujan dan angin kencang yang terjadi di wilayah Kabupaten Gowa segera berlalu.

Orang nomor satu di Gowa ini mengatakan curah hujan yang tinggi mengakibatkan status hilir Sungai Jeneberang berstatus waspada. Hal ini berdasarkan hasil pemantauan di Bendungan Bissua. Ia juga meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Sedangkan di Kota Parepare, hujan disertai angin kencang yang terjadi pada Jumat, (02/4) dini hari, mengakibatkan sejumlah rumah warga di Kota Parepare rusak. Atap rumah warga beterbangan, hingga pohon tumbang di sejumlah titik. Beruntung, hingga berita ini diturunkan tidak ada korban jiwa akibat bencana tersebut.

Pemerintah Kota Parepare pun telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Tim Verifikasi dan Validasi Kerusakan pasca bencana melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Parepare, Nasrullah yang ditemui di salah satu titik dampak angin kencang, di Lamaubeng, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki menguraikan, pendataan dilakukan untuk memastikan data-data kerusakan akibat bencana.

“Kita bekerja sama dengan pihak kelurahan melakukan pendataan secara real untuk memastikan agar bantuan material dapat secepatnya disalurkan kepada warga yang terkena dampak bencana angin kencang. Kita hitung secara cermat kehilangan dan kerusakan yang terjadi akibat dampak angin kencang,” paparnya.

Bantuan berupa bahan material itu kata dia, akan segera disalurkan agar rumah warga dapat utuh kembali. “Kita proses secepatnya karena pesan Pak Wali yang disampaikan melalui Bapak Kepala Pelaksana BPBD Parepare agar bantuan dapat segera disalurkan. Setelah data rampung, dan memastikan tidak ada warga yang terlewatkan, maka kita langsung serahkan bantuannya,” imbuh Nasrullah.

Selain BPBD, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) juga turun melakukan evakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga. (Ami/D)