oleh

Program Wisata Covid di Sulsel Resmi Dihentikan

Editor : Armansyah-Berita, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pasca pemutusan kerjasama dengan Swiss-bellhotel, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memutuskan untuk tidak lagi melanjut program Hotel Duta Wisata Covid. Kebijakan itu berlaku terhitung 1 April hari ini (kemarin).

Sejak awal mula dibentuknya program duta wisata covid ini, ada beberapa deretan hotel yang digunakan yakni Swiss-bel, Grand Imawan, Almadera, Kamanre, Yasmin, Lynt, Hikmah Citra Medika, Hotel Pantai Marina, Gunung Mas, Remcy, Kenari Tower, Grand Celino, Grand Sayang, Raising, Dalton, Maxone, Travelers, Grand Palace, dan Harper.

Jumlah keseluruhan yang telah selesai dirawat sebanyak 13.943, 13.779 diantaranya telah sembuh, 164 lebihnya dirujuk ke rumah sakit.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel Nimal Lahamang membenarkan hal itu, mulai 1 April, hotel yang digunakan untuk mengisolasi pasien OTG covid tidak lagi dilanjut dengan pertimbangan kondisi covid di Sulsel yang sudah terkendali.

“Kan kondisinya sekarang pasien sudah menurun berdasarkan angka reproduksi efektifnya sudah 0,8 persen, artinya pasien sudah berkurang,” sebut Nimal Lahamang kepada Rakyat Sulsel, Rabu (31/3).

Saat ini tersisa 1 hotel yang memberikan pelayanan isolasi, yakni hotel Grand Imawan. Masih ada 81 orang yang menjalani masa isolasi di hotel tersebut, hanya saja Pemprov Sulsel akan menunggu sampai selesai masa isolasinya.

“Kita tunggu ini 81 orang selesai isolasi, karena tidak mungkin mereka kita suruh pulang, paling lambat 14 hari sudah kosong,” jelasnya.

Ni’mal juga menampik ketidaksanggupan pembayaran yang disebutkan sebelumnya. Ia mengatakan tidak mengurusi soal keuangan sebagai pelaksana BPBD, ia hanya mengerjakan kewajibannya untuk melakukan penanganan terhadap bencana.

Terpisah, Kepala Dinas Kesahatan Sulsel Ichsan Mustari menyebut kondisi covid memang sudah terkendali dilihat dari angka kesembuhannya mencapai 96,4 persen, angka kematian 1,5 persen, dirawat di duta covid 6,4 persen, pemakaian tempat tidur isolasi 15 persen, pemakaian tempat tidur ICU 12,6 persen.

“Jadi memang ada banyak indikator, reproduksi efektif kita sudah dibawah 1 atau 0,72 persen. Pasien alhamudillah semakin menurun,” tuturnya.