oleh

Elpiji Naik, Dewan Minta Disdag Makassar Buat Langkah Antisipasi Kelangkaan Elpiji

Editor : Armansyah-Berita, Wakil Rakyat-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pemerintah telah menetapkan harga gas elpiji 3Kg naik menjadi Rp18.500 yang merupakan Harga Eceran Tertinggi (HET). Kenaikan harga sebesar Rp3000 dari HET awal Rp15.500 per tabung. Kebijakan ini mulai berlaku 1 April 2021, kemarin.

Khusus di Makassar, DPRD meminta agar Dinas Perdagangan (Disdag) mengambil langkah antisipasi sebab dinilai bisa menyebabkan terjadi kelangkaan terlebih jelang ramadan. Kebijakan kenaikan HET elpiji tiga kilogram berdasarkan Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 11 Tahun 2021.

Anggota Komisi B DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso mengatakan kenaikan elpiji bersubsidi khususnya menjelang ramadan mesti segera diantisipasi. Potensi terjadi kelangkaan elpiji tiga kilogram dipasaran.

“Harga naik orang susah mendapatkan dan ini yang biasa terjadi. Kalau sudah begitu, orang mau masak pakai apa, minyak tanah juga susah,” keluh Andi Hadi, Minggu (4/4).

Menurut dia, pemerintah tidak seharusnya menaikkan elpiji bersubsidi di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, hingga kini kondisi perekonomian masyarakat belum sepenuhnya pulih.

Meski begitu, Ketua Fraksi PKS ini meminta pemerintah kota melakukan pengawasan dan kontrol harga hingga di tingkat pengecer. Sebab, Andi Hadi Ibrahim khawatir terjadi penimbunan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Kita minta pemerintah kota melalui Dinas Perdagangan melalukan operasi pasar. Utamanya di warung-warung yang bersentuhan langsung dengan khalayak ramai. Kalau di Pertamina saya rasa normal, bisa dipantau. Tapi warung  kecil yang jual gas elpiji tiga kilogram itu yang susah dipantau,” jelasnya.