oleh

Soal Bom Bunuh diri Katedral, Sejumlah Lembaga di Sulsel Gelar Aksi Bersatu

Editor : Armansyah, Penulis : Hikmah-Berita, Metro-
MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Sejumlah lembaga dan individu di Sulawesi Selatan yang tergabung dalam Aksi Bersatu menggelar kegiatan penyematan pita dan pemberian bunga di dua lokasi, Minggu (4/4).
Mereka menggelar aksi di depan Gereja Katedral dan Monumen Mandala. Dimana, aksi itu bertepatan dengan perayaan Paskah bagi Umat Kristiani.
“Aksi ini sebagai bentuk pernyataan dukacita mendalam dan keprihatinan kami atas peristiwa Bom Bunuh Diri beberapa waktu lalu,” ujar Koordinator aksi, Therry Alghifary
Lanjut, pihaknya juga ikut mengutuk kejadian bom bunuh diri dan aksi teror lainnya yang mengatas namakan agama.
Dalam Aksi Bersatu ini, beberapa poin pernyataan sikap juga dibacakan antara lain, Mengecam keras aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Kekerasan atas nama apapun apalagi dengan bunuh diri adalah tindakan yang tidak beradab dan jauh dari nilai dan ajaran agama.
Menyatakan keprihatinan yang mendalam atas tindakan yang telah menimbulkan ketakutan, kekacauan, mengancam dan mengorbankan nyawa manusia, serta merusak sendi-sendi persatuan bangsa Indonesia.
Kemudian, Menyampaikan keprihatinan dan dukacita mendalam pada para korban tak berdosa. Teriring doa semoga semua korban cepat pulih dan segala bentuk kerugian yang ditimbulkan dapat teratasi.
Mendukung pemerintah dalam melaksanakan amanat konstitusi untuk melindungi dan memenuhi hak kebebasan beragama dan berkeyakinan
Mendukung Kepolisian Republik Indonesia untuk bekerja secara profesional dalam memelihara rasa aman masyarakat, menginvestigasi dan mengusut tuntas secara objektif, komperhensif, terukur dan transparan, motif pelaku hingga jaringan dan aktor di balik tindakan kekerasan tersebut;
Menghimbau kepada masyarakat luas untuk tetap tenang, tidak terpancing oleh isu-isu yang akan mengembangkan berbagai prasangka, serta tidak menyebarkan informasi yang berpotensi memperkeruh keadaan.
Mendorong seluruh pemuda-pemudi untuk lebih pro-aktif untuk mencegah berkembangnya ideologi yang membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mengajak kepada semua pihak untuk terus memperkuat saling pengertian, menghormati, memercayai, menerima perbedaan, dan semangat kebersamaan antar semua golongan/kelompok di negeri ini, demi keutuhan dan persatuan Indonesia.
Menghimbau media massa dan pengguna media sosial untuk menyampaikan pemberitaan atau komentar yang meneduhkan dan menenteramkan.