oleh

Demokrat Buka Ruang Komunikasi ke Kader “Penghianat”

Editor : Armansyah-Berita, Partai, Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle menyebutkan, saat ini sudah ingin memasuki bulan suci ramadhan dan saling memaafkan itu sangat penting.

“Seharusnya kubu Moeldoko harus memanfaatkan momentum ini untuk meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo dan Agus Harimurti Yudhoyono,” katanya, Senin (5/4).

Menurut dia, penolakan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) karena sudah jelas tak ada mandat dari selurh DPD dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat. Dengan kata lain, peserta yang dimobilisasi tidak sesuai degan aturan main organisasi.

“Kasihan yang dimobilisasi kesana. Apalagi, namanya pak Jokowi terseret-seret, karena posisinya pak Moeldoko sebagai kepala staf presiden,” ucapnya.

Selle menjelaskan, berdasarkan penelusuran DPD Demokrat Sulsel, orang yang hadir KLB mendapatkan informasi bahwa kegiatan tersebut akan disahkan, karena orang dibelakangnya adalah pengusaha hingga namanya kata dia akan dirahasiakan jika tidak ikut KLB.

“Kalau belum minta maaf ke bubu AHY tidak mengapa, biar lain waktu. Tapi yang penting kepada pemerintah dalam hal ini presiden,” ucapnya.

Disinggung Empat kadernya yang ikut KLB Mereka adalah ketua DPC kabupaten Pangkep, Andi M Ridha Ketua DPC Sidrap, Andi Insan P Tanri, Ketua DPC Barru, Andi Hairuddin dan ketua DPC Takalar, Ikrar Kamaruddin.

Ketua komisi A DPRD Sulsel ini mengemukakan, dirinya hanya diminta untuk membuka ruang komunikasi. Apakah dia masih ingin bergabung dengan partai berlambang mercy ini atau tidak.

“Itu tergantung dari mereka masing-masing. Apakah masih mau bersama dan merawat Demokrat atau tidak. Kalau ada, kita buka ruang komunikasi karena silaturahmi itu penting,” bebernya.

Jika ingin kembali apakah masih ada peluang untuk menjadi ketua DPD. Selle hanya menyebutkan itu sudah ranah DPP. “Itu kita serahkan ke DPP, kita hanya ruang komunikasi dulu,” jelasnya.

Diketahui, hingga saat ini kedua kubu masih melempar batu untuk meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo.
Juru Bicara Partai Demokrat versi KLB Muhammad Rahmad meminta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk meminta maaf kepada Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

Hal itu karena menurutnya, keputusan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menolak kepengurusan hasil KLB adalah bukti tidak ada intervensi pemerintah pada persoalan internal Partai Demokrat.

Sedangkan, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, Demokrat kubu Moeldoko adalah pihak yang harus meminta maaf ke Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan rakyat Indonesia.

Herzaky menilai, hal itu karena telah membuang kebisingan ruang publik dengan narasi-narasi bohong. (D)