oleh

Sambut Ramadan, Pemkot Makassar Kerjasama DPP IMMIM Gelar Pembinaan Mubalig

Armansyah-Berita, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pemerintah Kota Makassar dan DPP IMMIM bekerjasama melaksanakan pembinaan terhadap mubalig jelang ramadan. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Islamic Centre IMMIM Jalan Jendral Sudirman, Selasa (6/4).

Pembinaan mubalig ini dibuka oleh Walikota Makassar Moh Ramdan Pomanto. Hadir Ketua umum DPP IMMIM Prof Ahmad M.Sewang, Ketua YASDIC IMMIM Ridwan Abdullah, Sekjen DPP IMMIM Ishaq Shamad, sejumlah Pengurus DPP IMMIM, Pengurus Masjid, dan ratusan mubalig.

Ketua DPP 1 IMMIM Ridwan Abdullah menyatakan IMMIM selalu bekerjasama dengan Pemerintah, sebab IMMIM didirikan oleh tokoh di Makassar. Salah satunya, adalah Walikota Makassar.

Terpisah, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyatakan kegiatan ini untuk mengisi ramadan. Melalui dakwah yang mendalam dan menjawab isu-isu yang meresahkan masyarakat, khususnya di Kota Makassar.

“Ramadan kali ini tentunya berbeda, karena banyaknya musibah, diantaranya 3 bulan sudah 3 kali banjir, di NTT di Typon Soroja atau Super Storm 120 km/jam pusaran anginnya,” ucap Danny.

Selain itu, kata Danny, masyarakat juga diuji dengan Bom bunuh diri dan era pandemi covid 19. “Karena itu, bagaimana kita mengimani masalah ini dalam mitigasi bencana,” ungkapnya.

Di dalam Al Qur’an sudah jelas, wilayah Indonesia berada di dalam cincin api. Dimana dalam sejarah, gempa terjadi siklus 200 tahun. Selain itu, Majapahit runtuh karena meletus 1519 Gunung Kelud.

“Artinya bencana itu, ada Sunnatullah, karena kualitas akhlaq manusia dengan banyaknya maksiat.
Oleh karena itu, perlu ikhtiar dan doa,” katanya.

“Dulu suhu dunia naik turun, namun saat ini suhu bumi naik terus, sehingga es mencair dan air laut meningkat,” tambahnya.

Protokol dalam penanggulangan Pandemi dengan program Makassar Recover yang diluncurkan oleh Pemkot Makassar dengan mempersiapkan diri dan melindungi warga kota Makassar.

“Kita butuh bantuan mubalig di Kota Makassar untuk sosialisasi program tersebut, demi melindungi umat dalam ibadah di bulan Ramadan tahun ini.

Bagi jamaah yang sudah vaksin, boleh ibadah di dalam masjid dan jamaah yang belum vaksin agar ibadah di luar ruangan,” jelasnya.

Demikian pula peristiwa Bom Bunuh diri di Makassar, pelakunya adalah kaum milenial. Keduanya memiliki orang tua, rumah dan RT/RW. Karena itu perlu ada retensi dari RT/RW, yang akan dirisetting dulu dalam waktu dekat.

Selain itu, perlu orang tua jagai anaknya masing-masing. Tantangan bagi mubalig/mubalighah bahwa Islam itu rahmatan lil aalamiyn. Sebagai umat muslim, ada program perkuatan keimanan umat, di dalamnya ada program deradikalisasi.

Dibutuhkan tanggung jawab bersama dengan dukungan para mubalig untuk memberi pengetahuan kepada umat dengan beragam metode dengan program jagai anakta dengan anak yang shaleh/shalehah, ajaknya.

Diketahui, kegiatan ini diikuti oleh 300 peserta dengan 3 kali shif. Waktu pelaksanaan 6-7 April 2021. Narasumber dari Akademisi yang ahli dalam bidangnya. Anggaran berasal dari APBD tahun 2021.