oleh

Soal PJU Diputus, DPRD Panggil PLN dan Pemda Takalar

Armansyah and Supahrin-Berita, Daerah, Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM – DPRD Takalar memanggil PLN dan Pemda terkait aliran listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) diputus, Senin (5/4) kemarin.

Anggota Komisi III DPRD Takalar, Andi Noor Zaelan menjelaskan, pemanggilan ini bertujuan untuk dilakukan Rapat Kerja (Raker) dengan pihak terkait. Sekaligus mencarikan solusinya agar PJU kembali berfungsi.

Legislator Fraksi PDIP Takalar ini memanggil pihak PLN yakni Manager Unit Layanan Pelanggan PLN Takalar, Agus Wahyu dan Pemda Takalar yang dihadiri oleh Kabid Anggaran Harianto dan Kepala Bagian umum Nijrah.

“Jadi, PLN Takalar mencabut aliran listrik PJU lantaran Pemda Takalar menunggak pembayaran listrik untuk bulan maret sebesar Rp600 ratus juta lebih,” bebernya, Selasa (6/4).

Usut punya usut, kata Noor–sapaan akrabnya, Pemda Takalar hanya menganggarkan untuk bulan Januari dan Februari dengan alokasi dana Rp1 miliar. Harusnya, pemerintah menyiapkan untuk satu tahun.

“Masyarakat setiap bulan dipunguti Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sebesar 10 persen. Kita harap PLN dan Pemda Takalar untuk bisa bicarakan dengan baik dan mencarikan solusinya sehingga PJU ini bisa kembali menyala,” harap Noor Zaelan.

Noor menjelaskan, Pemda Takalar tak ada alasan untuk tidak membayar tunggakan. Sebab, kerjasama kedua instansi sangat jelas.

“Insyaallah, Rabu nanti DPRD akan memanggil Sekda Takalar. Karena rapat hari ini ditunda, sebab belum ada titik temu antara PLN dengan Pemda Takalar,” jelasnya.

Sementara, Manager PLN Takalar, Agus Wahyu berharap kepada Pemda untuk bisa secepatnya menyelesaikan semua tunggakannya sehingga PJU bisa kembali dinyalakan.

“Pastinya, apabila Pemda Takalar selaku konsumen tidak membayar tunggakannya, maka kami juga di PLN tak bisa menyalakan PJU tersebut,” tegas Agus Wahyu.