oleh

Polres Takalar Ungkap Kasus Pembunuhan di Polut

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Ady-Takalar-

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO – Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan menggelar Press Conference kasus pembunuhan di Mapolres Takalar, Kamis (8/4/2021).

Press Conference tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Takalar AKBP Beny Murjayanto didampingi Kasat Rekskrim, AKP Arham Gusdiar dan Paur Humas Polres Takalar IPDA Sumarwan.

Kasus pembunuhan itu diketahui terjadi pada 21 Maret lalu di lingkungan Bonto Baddo, Kelurahan Malewang, Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut). dimana korbannya berinisial LS (67) meninggal dunia dan pelaku saat ini telah diamankan berinisial L alias (51).

Kapolres Takalar mengungkap modus pembunuhan pelaku bermotifkan warisan sebuah rumah yang sedang dilakukan renovasi.

Kapolres Takalar menceritakan kronologis kejadian tersebut, dimana ketika itu pelaku mendapatkan telpon dari ponakannya bahwa rumah warisan tersebut sedang di renovasi.

“Mendengar hal tersebut pelaku kemudian datang dengan maksud menghentikan, tetapi korban tidak dapat menerima sehingga melemparkan sebuah linggis dan martil namum pelaku menghindar,” ucap Kapolres Takalar di hadapan awak media.

Kemudian, kata Kapolres pelaku mencabut sebilah badik yang memang dibawa oleh pelaku, karena terbawa emosi pelaku melakukan pembunuhan dengan menusuk bagian tubuh korban.

Dalam peristiwa pembunuhan tersebut, pelaku melakukan aksinya seorang diri. Korban saat itu meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan beberapa luka tusuk dibagian dada, dan leher korban.

“Luka tusuk dibagian dada bawah sebelah kiri, kemudian perut tengah bagian atas. Ketika mengalami luka tusuk, korban saat itu berusaha lari melalui pintu belakang namun terkunci. Pelaku yang gelap mata kemudian kembali melakukan penusukan di bagian dada dan leher korban,” ungkap Kapolres.

Sementara, pelaku L dihadapan Kapolres Takalar mengakui perbuatannya, dirinya menceritakan saat itu hanya ingin menyampaikan agar pekerjaan renovasi tersebut dihentikan.

“Saya suruh berhenti kerja, tapi dia langsung linggis saya pak. Kemudian saya tusuk pake badik,” kata pelaku.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya dan korban memiliki hubungan keluarga, dan pembunuhan tersebut terkait masalah warisan.

“Sudah dihibahkan kepada saya pak, jadi saya tiga bersaudara berhak, dan tidak ada haknya ini yang saya bunuh pak,” pungkas pelaku.

Akibat perbuatannya, pelaku L disangkakan dengan pasal 340 subsider 338 subsider 351 ayat 3 ancaman hukuman 15 tahun penjara.(*)