oleh

Satukan Persepsi, MGMP Mulok Bahasa Daerah Tingkat SMP/ Mts Parepare Gelar Workshop Penyusunan RPP Secara Luring dan Daring

Kalmasyari-Berita, Parepare, Sekolah-

PAREPARE, BACAPESAN.COM – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) se-Kota Parepare melaksanakan workshop penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara luring dan daring, Sabtu (10/4/2021) di aula pertemuan Dinas Informatika dan Komunikasi (Diskominfo) Parepare.

Kegiatan workshop dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Mustadirham. Menghadirkan tiga pemateri, dan diikuti oleh guru-guru mulok bahasa daerah dibeberapa daerah di Sulsel secara virtual.

Pemateri pertama Dr. Syamsudduha, M.HUM merupakan dosen bahasa dan sastra UNM memberikan materi pengembangan silabus dan RPP Merdeka Belajar, pemateri kedua Dr Jabaruddin, M.Pd merupakan kepala sekolah dan dosen PTS Fasilitator Nasional Kemendikbud dan Founder Komunitas Rumah Belajar Tuan Guru membawakan materi konsep dasar penyederhanaan RPP, dan pemateri ketiga Sayangi La Gassing, S.IP merupakan Direktur CV Indo Global Makassar membawakan materi pemilihan buku ajar sebagai penunjang pembelajaran.

Dalam laporan Ketua MGMP Mulok Bahasa Daerah tingkat SMP/ Mts se- Kota Parepare, Rahmaniar menjelaskan, berawal dari keresahan para guru muatan lokal bahasa daerah khsusnya guru-guru di Parepare karena tidak tersedianya perangkat pembelajaran, hal itu menjadi alasan dilaksanakannya workshop itu.

“Workshop ini dilaksanakan selama tiga hari ke depan dari tanggal 10 hingga 12 april secara luring dan daring, hasilnya nanti diharapkan ada produk RPP sebagai pola pembelajaran yang terukur dilaksanakan oleh guru-guru khususnya tingkat SMP di Sulsel,” jelasnya

Selain itu lanjut Rahmaniar, jika nantinya sudah ada produk RPP yang telah disusun dan seragam, maka standar kualitas untuk penyusunan soal ulangan harian, semeter dan ujian sekolah juga bisa selaras di sekolah-sekolah.

“Selain inisiatif melaksanakan penyusunan Workshop RPP, minimnya jumlah guru mulok bahasa daerah khususnya di Parepare kami harapkan kepada pemerintah kota pada dinas pendidikan dan kebudayaan, agar membuka formasi guru mulok bahasa daerah sebagai peningkatan pembelajaran di sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parepare Arifuddin Idris, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Mustadirham, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan workhsop pengembangan RPP mulok bahasa daerah itu.

“Kami berharap dengan pertemuan pada hari ini menjadi komitmen bersama memperjuangkan, mempertahankan, serta menghasilkan produk berkualitas untuk proses pembelajaran mulok bahasa daerah di Sekolah,” jelasnya.

Mustadirham pada pertemuan itu juga mengakui kondisi guru mulok bahasa daerah di Parepare memang masih sangat kurang.

“Utamaya pada tingkat SD, memang guru mata pelajaran mulok bahasa daerah masih sangat kurang, dan masukan ini akan kami perjuangkan selanjutnya pada pembahasan rancangan peraturan daerah (ranperda) di DPRD nantinya,” paparnya
(***)