oleh

113 Santri Putra IMMIM di Wisuda

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Hikmah-Edukasi, Kampus-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pesantren Modern Pendidikan Al Quran IMMIM Putra mewisuda 113 santri di gedung IMMIM Jl Jendral Sudirman, Minggu (11/4).

Proses wisuda digelar secara hikmat dengan dihadiri para santri, pembina pesantren dan para orang tua. Meski digelar secara offline, kegiatan ini tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Direktur IMMIM, Dr H Muhlis Mukhtar dalam sambutannya mengatakan, masa pandemi menjadi tantangan berat untuk dunia pendidikan utamanya di pesantren karena harus berhadapan langsung dengan covid 19 yang mewabah.

“Orang tua tahu betul perjuangan kami selama covid 19, terutama di kampus Moncongloe. Santri yang kelas 6 terpaksa di hentikan aktifitas dalam kampus padahal saat itu akan dilaksanakan UTBK. Terpaksa, santri kelas 6 dipulangkan ke rumah,” ujarnya.

“Dan alhamdulillah badai telah dilewati dan ananda resmi dinyatakan alumni. Saat ini ananda semua junior saya. Kami sebenarnya sangat berat melaksanakan wisuda, apalagi untun 113 orang. Jumlah ini terbilang banyak sedang kapasitas gedung di Moncongloe tak memadai sehingga digelarlah di gedung jalan Sudirman ini,” lanjutnya

Lebih jauh, Muhlis berpesan agar para santri selalu mengingat ikrar santri yang dibacakan setiap melaksanakan upacara. Dirinya juga berpesan agar siswa terus belajar dan memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia.

“Pesan kami, perbaiki hubungan dengan Allah, dengarkan selalu nasehat orang tua jaga itu ilmu, caranya buku buku jangan dilecehkan dan pelihara itu ilmu karena ilmu akan memelihara anda,” pesannya.

Sejalan dengan itu, Ketua umum DPP IMMIM Ahmad M Sewang memberikan apresiasi kepada para santri yang berhasil diwisuda pada hari ini.

“Arti wisuda adalah peresmian, saudara saudara resmi dilantik dari Pesantren IMMIM. Sekarang ini zaman semakin maju, peradaban semakin banyak tantangan. Sekarang juga kita semakin di manjakan tehnologi. Sehingga yang terjadi ada semacam anomali sosial, dulu kepercayaan terhadap satu sama lain besar, berbeda dengan saat ini. Sehingga anak anakku sekalian saling percayalah dan berbaik sangka,” ujarnya.

Sementara Perwakilan Orang tua Santri, Muhammad saleh berterimakasih kepada para guru dan staff di IMMIM karena telah membina santri selama 6 tahun.

“Anak anakku semua adalah orang orang pilihan yang menjadi bagian dari pesantren ini. Banyak orang diluar sana yang ingin menjalani pendidikan yang sama tapi tidak punya kesempatan. Terimakasih yang sebesar besarnya bagi para guru dan pembina staf pesantren Modern Immim putra Makassar. Memang ini akhir pendidikan di pesantren tapi awal kehidupan ditempat lain. Ingat pesan Direktur, komitmen dengan motto IMMIM,” katanya. (*)