oleh

Iqbal Suhaeb Rela Gadaikan Ijazah, Terkait Utang yang Dilaporkan PT Debindo

Editor : Any Ramadhani-Headline, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Mantan Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar Muh Ansar dilaporkan ke Polrestabes Makassar.

PT Debindo Mega Promo melaporkan Iqbal Suhaeb dan lima orang lainnya ke Polrestabes Makassar, Senin, 12 April 2021. Masalah utang HUT Kota Makassar pada tahun 2019 lalu.

Iqbal Suhaeb yang dikonfirmasi mengaku siap menghadapi gugatan hukum PT Debindo Mega Promo. Ia bahkan akan menjual ijazahnya jika terbukti utang Rp500 juta yang dilaporkan PT Debindo Mega Promo ke Polrestabes Makassar merupakan utang pribadinya.

Iqbal mengaku tidak tahu menahu persoalan utang piutang tersebut. Apalagi yang dimaksud dalam laporan tersebut adalah Pj Wali Kota (jabatannya) bukan pribadinya.

“Sekarang juga kalau saya dipanggil polisi, jabatan saya dipanggil atau pribadi saya yang dipanggil,” ucap Iqbal saat ditemui di Kantor Gubernur, Selasa (13/4).

Karena merasa persoalan ini tidak menyangkut pribadinya, Iqbal tidak mau menggubris atau memberi respon berlebih. Karena itu, pihaknya tidak akan menempuh upaya hukum untuk melaporkan kembali atas pencemaran nama baik.

“Saya terus terang gak tahu, karena itu juga bukan mengangkut pribadi saya. Kalau misalnya itu secara pribadi saya berutang, yah tentu saya akan ganti kalau perlu saya akan gadaikan ijazah saya,” ujarnya.

Kata Iqbal, harta kekayaannya masih jauh lebih tinggi dibanding nominal utang yang disebut belum terbayar. Hanya saja, kata Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Sulsel ini, utang tersebut bukan utang pribadinya.

“Saya tidak perlu pusing, tidak perlu menanggapi karena bukan Iqbal, kalau Iqbal yah masih adalah, artinya laporan harta kekayaanku masih lebih tinggi dari utang itu, itu kalau pribadi saya,” tuturnya.

Ihwal HUT Makassar tahun 2019 lalu yang memakan anggaran hingga Rp900 juta, Iqbal mengklaim tidak pernah mencampuri teknis acara, mulai dari pihak yang menandatangani kontrak, siapa yang meminjam dan dipinjamkan.

“Saya enggak tahu, mana saya tahu bilang ada begitu-begitu (utang), masa wali kota tau yang begitu, masa wali kota mengurusi berapa sewa tenda, teknis sekali,” bantahnya.

Eks Kepala Dinas PPPA Sulsel ini menjelaskan, pada saat menjabat Pj Wali Kota, ia hanya aktif berkomunikasi dengan protokol soal jadwal kegiatan dan agenda-agenda yang harus dihadiri.

Menurutnya, soal utang di pemerintahan merupakan hal biasa. Bahkan, Iqbal menyinggung Sulsel yang punya utang di beberapa pihak. “Saya gak tahu juga kalau ada utang, kalau itu (utang) biasa kan, orang pemprov saja berutang, apalagi kalau begitu, masa wali kota dilaporkan,” kilahnya.

Sekretaris Daerah Kota Makassar Muh Ansar enggan berkomentar banyak. Ia mengiyakan adanya laporan tersebut dan bersedia hadir jika dipanggil oleh pihak kepolisian. “Kalau kita dipanggil kita kesana,” singkatnya.

Kuasa hukum PT Debindo, Mochtar Djuma mengatakan, kliennya memilih jalur hukum karena tidak ada itikad baik yang bersangkutan.

“Sehingga oleh klien kami, PT Debindo hari ini Senin, 12 April menempuh jalur hukum dengan melaporkan masalah tersebut ke Polrestabes Makassar. Ini aduan ke Polrestabes,” kata Mochtar.

Sebelumnya, kata dia, somasi sudah dilakukan untuk segera membayar utang HUT Kota Makassar tahun 2019 lalu. Namun, tidak direspons oleh yang bersangkutan.

Debindo kemudian memilih menempuh jalur hukum. Menurut Mochtar, mantan Pj Wali Kota Iqbal Suhaeb, Sekretaris Daerah Kota Makassar Muh Ansar dan Asisten I Pemkot Makassar Sabri paling bertanggung jawab soal utang tersebut.

“Kami sudah beri waktu lewat somasi tapi tidak ada solusi, sehingga klien kami pilih diselesaikan di ranah hukum,” jelasnya.

Ia mengaku Iqbal Suhaeb, Muh Ansar dan Asisten I Pemkot Makassar Sabri yang paling bertanggung jawab soal utang tersebut. Uang yang diwariskan Iqbal Suhaeb saat menjabat menjadi Pj Wali Kota Makassar mencapai Rp 479 juta lebih. Utang tersebut merupakan biaya HUT Kota Makassar tahun 2019 lalu yang belum dilunasi ke PT Debindo Mega Promo.

PT Debindo Mega Promo sendiri ditunjuk sebagai pelaksana acara. Pagelaran HUT saat itu digelar di Anjungan Pantai Losari pada 9 November 2019. (*)