oleh

IAS Kepedean Maju Pilgub

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Yadi-Headline, Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Bursa kandidat calon Gubernur Sulsel sudah mulai bermunculan, meski Pilgub baru digelar pada 2024. Salah satunya nama Ilham Arief Sirajuddin (IAS).

Mantan Wali Kota Makassar dua periode itu menyampaikan keinginannya memenangkan Partai Demokrat Pemilihan Legislatif 2024 di Sulawesi Selatan. Jika mampu memenangkan partai berlambang Mercy itu, IAS mengatakan akan maju kembali Pemilihan Gubernur Sulsel 2024 mendatang.

“Saya ingin maju lagi Pilgub Sulsel jika mampu mengantar Partai Demokrat menang Pileg 2024 di Sulsel. Indikatornya di situ, kalau kita menangkan Demokrat di Sulsel,” tegas IAS, Rabu (14/4/2021).

Ia mengaku menargetkan 15 hingga 17 kursi DPRD Sulsel bagi Partai Demokrat di Pemilu 2024 jika dipercaya menjadi Ketua DPD lagi.

“Kalau diberi amanah, saya bisa capai 15 hingga 17 kursi DPRD Sulsel bagi Partai Demokrat di Pemilu 2024,” jelasnya.

Pada Pemilu 2019 lalu, Demokrat yang dipimpin Ni’matullah hanya sembilan kursi. “Menurut saya Demokrat Sulsel berpotensi menjadi Ketua DPRD Sulsel, bukan wakil ketua seperti pemilu ini,” tuturnya.

IAS juga meyakini masih punya keterkenalan di masyarakat Sulsel dari pengalamannya roadshow keliling daerah saat menjabat Ketua DPD I Golkar Sulsel hingga Ketua DPD Demokrat Sulsel.

“Tahun 2008 hingga 2014 saya punya tingkat mobilitas tinggi keliling Sulsel. Selama enam tahun tidak kurang 25 kali saya keliling Sulsel. Beberapa hari lalu saya ke Sinjai, ada warga yang panggil Pak Ilham. Saya bangga dan terharu masih dikenal warga,” sambungnya.

Diketahui, IAS bukan pendatang baru di kanca Pilgub Sulsel. IAS pernah menantang petahana Sayang Jilid 2, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang. IAS ketika itu meraih 1.785.580 suara atau 41,57 persen. Kalah dibanding Sayang Jilid II 2.251.407 suara.

Tahun mendatang dia meyakini masih diterima oleh publik meski pernah bermasalah hukum. Ia mencontohkan pengalamannya selama hampir dua tahun ini. Menurutnya, sejumlah masyarakat tak ragu menyapa bahkan mengajaknya berfoto jika turun ke masyarakat.

Pengamat Politik Unismuh Makassar, Andi Luhur Prianto mengatakan, IAS adalah tokoh yang punya banyak pengalaman baik kepala daerah maupun memimpin partai Demokrat.

“IAS punya pengalaman memimpin Demokrat juga kepala daerah. Ia juga masih punya jejaring elit nasional. Semua itu bisa menjadi modal politik, dalam menjajaki kompetisi perebutan ketua Demokrat Sulsel,” jelasnya.

Menurutnya, Demokrat punya pengalaman dengan mekanisme pemilihan langsung. Mekanisme yang telah terbukti bisa mempertajam fragmentasi internal partai.

“Sudah perlu meninjau kembali sistem pemilihan, ke mekanisme yang berbasis musyawarah mufakat dan yang tetap bisa menjaga soliditas partai,” tuturnya.

Untuk memberi diferensiasi isu, IAS perlu narasi-narasi kepemimpinan yang lebih prospektif. Terutama untuk mendelegitimasi pencapaian periode kepemimpinan Ni’matullah. Termasuk dalam membangun target tinggi di Pileg 2024.

“Pencapaian di Pileg 2024 akan menjadi sasaran antara untuk running di Pilgub 2024,” kata Luhur.

“Meskipun sudah jamak diketahui dan IAS pun telah melaluinya, bahwa besarnya dukungan di DPRD tidak selalu berbanding lurus dengan dukungan di Pilgub. Dukungan di Pilgub lebih banyak di tentukan oleh kualitas personal figur kandidat. Bukan karena besarnya basis kursi dukungan di DPRD,” lanjutnya.

Di politik, setiap usaha mengkonsolidasi dukungan selalu bisa bermanfaat. Termasuk untuk membangun bargaining politik baru. “Dengan kasus hukum yang pernah di alami, IAS butuh momentum reborn (kelahiran kembali) di panggung politik. Musda Demokrat adalah salah satu momentum yangg menjanjikan untuk IAS kembali,” pungkasnya. (*)