oleh

Percepatan Perbaikan Pasca Bencana Kedepankan Basis Data Valid, Ini Kata Gubernur Sulbar

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Sudirman-Sulbar-

MAMUJU, BACAPESAN.COM – Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar bersama Sekprov Sulbar Muhammad Idris, mengikuti Sosialisasi Hasil Kajian Geologi Terpadu Pasca Gempa Mamuju-Majene 6,2 SR, yang dilaksanakan oleh Badan Geologi di Aula Kantor Bappeda Sulbar, Rabu (14/04/2021).

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, dalam sosialisasi tersebut menekankan, saat ini harus berfokus pada percepatan perbaikan pasca bencana, dengan mengedepankan basis data yang valid.

“Kedepan kita merubah cara lama yang lambat, tetapi bekerja secara cepat dalam perbaikan kedepankan basis data yang valid,” tandas Ali Baal.

Masih kata Ali Baal, penataan ruang juga sangat penting di Sulbar ini, misalnya penataan kawasan yang aman bencana dan lainnya.

“Dari sosialisasi kajian ini, kami harapkan pendampingan dari Badan Geologi untuk bisa bersama-sama belajar dari musibah lalu, sehingga dapat meminimalisir dampak bencana yang tidak bisa kita prediksi kedepannya,” tutup Ali Baal.

Senada dengan Gubernur, Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, juga menyampaikan keinginan yang sama untuk selalu berdampingan bersama Badan Geologi dalam meminimalisir resiko gempa.

“Kami memiliki sumber daya yang terbatas, tentunya tidak mudah bagi kami. Olehnya itu, kami sangat ingin didampingi terutama untuk meminimalisir resiko gempa dan bencana alam lainnya,” kata Idris.

Idris menuturkan, kejadian yang dialami oleh Sulbar kurang lebih tiga bulan lalu akan dijadikan sebagai peringatan bagi semuanya. Tetapi lebih jauh dari itu, ingin menjadikan hal tersebut sebagai sebuah catatan atau pengetahuan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi ke depannya.

“Walaupun bencana alam tidak bisa kita prediksi, akan tetapi paling tidak ilmu pengetahuan telah mengantarkan kita mengenali dan mengetahui gejala-gejala bencana, apalagi informasi yang lebih komprehensif dari sebuah pendekatan keilmuan dalam pengelolaan bencana alam,” pungkas Idris.

Ia juga mengungkapkan, selain kerugian material, musibah gempa bumi pada 15 Januari lalu juga mengakibatkan adanya korban jiwa. Tercatat terakhir jumlah korban jiwa sebanyak 108 orang dari dua kabupaten.

Sedangkan, kerugian-kerugian yang terjadi khususnya dari dampak bencana itu, sebelumnya hanya dua kabupaten saja yang terdampak, tapi ternyata dari data validasi dan review APIP BPBD yang baru rilis beberapa waktu lalu, tercatat sudah tiga kabupaten yang terdampak dengan jumlah rumah rusak kurang lebih sebanyak 14.000 unit.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Eko Budi Lelono mengatakan, Badan Geologi memiliki tugas dan fungsi penelitian, penyelidikan dan pelayanan di Bidang Informasi Geologi.

“Hari ini kita membahas penelitian, penyelidikan, dan pelayanan di Bidang Mitigasi Kebencanaan pasca gempa Mamuju dan Majene pada 15 Januari 2021,” kata Eko Budi.

Eko Budi mengungkapkan, Badan Geologi telah mengirimkan tim yang berasal dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, dan juga Pusat Air Tanah Geologi Tata Lingkungan, untuk mengambil data-data yang diperlukan, sebagai bahan untuk analisis dan rekomendasi pasca bencana.

“Fungsinya nanti, mudah-mudahan ini bisa diterapkan di Sulbar dalam rangka penataan ruang kedepannya. Oleh karena itu, diharapkan hasil yang diberikan agar menjadi bahan evaluasi awal bagi para pengambil kebijakan, perencana, dan pembangunan infrastruktur,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Pimpinan OPD dan peserta lain melalui virtual di tempat masing-masing. (*)