oleh

Begini Kiat Berpuasa Anti Makruh Saat Berkendara

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Hikmah-Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Berkendara di bulan ramadan bukan perkara mudah, terutama untuk pengendara motor.  Banyak tantangan yang jika tidak disikapi dengan kepala dingin bisa membuat puasa jadi makruh.

Tidak hanya itu, cuaca panas,  dehidrasi dan rasa lapar seringkali sangat mudah memicu perasaan negatif sehingga kebanyakan orang lepas kendali dan meluapkan emosi dengan cara marah dan sebagainya yang berujung pada puasa menjadi makruh

Untuk menghindari hal tersebut, Safety Riding Manager PT Astra Honda Motor (AHM), Johanes Lucky membagi kiat kiat bagi pengendara sepeda motor agar puasa yang dijalankan sehari penuh tak makruh di jalan.

Pertama kata Lucky, untuk menghidari puasa makruh di jalan adalah setiap pengendara harus merencanakan perjalanannya dengan matang.  Ini bisa dilakukan dengan merencanakan perjalanan untuk mendapatkan rute dan waktu yang tepat sehingga dapat terhindar dari kemacetan yang membuat emosi.

“Misalnya, mengantisipasi kondisi lalu lintas saat pulang kerja di bulan puasa yang sangat padat, karena banyak orang yang mengejar waktu agar dapat berbuka puasa di rumah bersama keluarga,” ujar Lucky Jumat (16/4).

Selanjutnya, karena tubuh sedang dalam keadaan berpuasa sehingga tidak ada asupan nutrisi tambahan selain saat sahur,  maka orang yang berpuasa dianjurkan memiliki istirahat yang cukup.

Sebagai antisipasi perubahan jam tidur kata Lucky,  orang yang berkuasa harus mengatur ulang waktu tidur untuk memastikan tidur tetap cukup.

“Banyak orang yang merasakan kantuk luar biasa saat di bulan puasa yang tentunya dapat membuat pengendara lebih cepat lelah dan konsentrasi berkurang. Lakukan istirahat setelah satu sampai dua jam berkendara. Apabila rasa kantuk menyerang atau konsentrasi sudah menurun, segeralah beristirahat,” lanjut Lucky.

Kemudian, orang yang berpuasa juga sangat perlu mengatur asupan makanan. “Guna mengantisipasi perubahan jam makan, tambahkan asupan bernutrisi tinggi seperti mengkonsumsi sayur, buah, vitamin dan memperbanyak minum air putih guna mencegah dehidrasi tubuh saat berkendara sehingga konsentrasi tetap terjaga,” pungkas Lucky.

Tidak hanya itu, pemanasan sebelum berkendara juga dibutuhkan.  Ini selain meningkatkan respon saat berkendara, pemanasan dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi kesiapan fisik untuk berkendara.

Selain itu,  fokus berkendara dengan mempersiapkan energi untuk berkendara juga diperlukan, sehingga konsentrasi dapat tetap terjaga dan berkendara aman. Disamping itu berpikir positif kata Lucky juga akan membantu dalam mengelola emosi sehingga konsentrasi berkendara tetap terjaga.

Terakhir adalah memprediksi bahaya. Dengan melakukan hal tersebut maka kita dapat mengantisipasi perubahan perilaku pengguna jalan.

“Misalnya, pengendara yang tergesa gesa menjelang waktu berbuka puasa, pengendara yang menepi saat waktu berbuka puasa, pejalan kaki yang menawarkan jajanan berbuka puasa di tepi jalan dan lainnya.

Selain itu, lakukan persiapan dasar lainnya mulai dari perlengkapan berkendara seperti jaket dan helm serta kelengkapan surat berkendara. Lakukan juga pemeriksaan kendaraan sebelum berkendara. Dan dalam situasi pandemi yang belum berakhir ini, protokol kesehatan tetap harus diutamakan.

”Dengan meningkatkan kendali diri, diharapkan konsentrasi dan emosi dapat terjaga sehingga berkendara menjadi aman dan nyaman, serta ibadah puasa berjalan lancar”, tutup Lucky. (*)