oleh

Lintasarta Kawal Garda Terdepan Survive Dimasa Pandemi

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Hikmah-Ekobis, Teknologi-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pandemi covid 19 mau tak mau mengubah berbagai tatanan kehidupan. pun virus yang merupakan hasil mutasi dari virus flue tersebut terpaksa menghadirkan kebiasaan baru bagi masyarakat.

Beberapa perubahan yang terjadi adalah munculnya standar kesehatan baru yang harus dipastikan lewat beberapa pemeriksaan. Hal tersebut untuk mengetahui seseorang dalam keadaan aman atau sedang terpapar virus covid 19.

Hal Ini, menjadi tugas berat serta tanggung jawab yang mau tak mau harus diemban tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan covid 19.

Salah satu dari sekian banyak tenaga kesehatan di bidang analis kesehatan, Ihfah Khaerawaty Gau tak mau ketinggalan. Bagi gadis kelahiran 29 juni 1996 ini, terjun ke garda terdepan baginya adalah jihad dengan cara yang berbeda.

“Setiap saya memakai Hazmat untuk pemeriksaan darah pasien saya selalu membaca basmalah, minta perlindungan sama Allah untuk semoga sehat selalu selama bertugas. Karena niatnya untuk kebaikan jadi itu yang membuat saya memotivasi diri,” ujar Ihfah.

Ihfah menjelaskan, sebagai analis kesehatan dirinya harus bersentuhan langsung dengan pasien untuk memeriksa darah atau pemeriksaan lainnya, “misalnya untuk rapid antibodi, ” katanya Senin (19/4)

Dari pemeriksaan tersebut hasilnya harus dikirimkan ke laboratorium rujukan untuk pemeriksaan swab PCR Covid-19.

Kata dia, setelah dilakukan sampling swab, tenaga kesehatan akan melakukan packing swab untuk kemudian dikirim ke laboratorium pemeriksa.

“Disitu, ada administrasi yang harus dilengkapi berupa lembar PE (penyeledikan epidemologi) isinya menyangkut data pasien seperti tempat tinggal, tempat kerja, habis dari mana, kontak sama siapa saja serta gejala nya apa (ada demam, batuk/pilek atau tidak). Nah data ini yang kemudian harus diinput di website kemenkes dan membutuhkan ketersediaan jaringan yang memadai,” jelas Ihfah.

Ketersediaan jaringan ini sangat diperlukan mengingat tenaga kesehatan tidak hanya melayani satu dua orang saja, tetapi ratusan bahkan ribuan orang. Olehnya kualitas jaringan yang memadai dirasa sangat perlu apalagi tenaga kesehatan dituntut cepat agar mampu menyajikan hasil pemeriksaan pasien sesegera mungkin.

“Sangat penting sekali ketersediaan jaringan dengan kualitas baik. Apalagi Karena ada rujukan sampel online yang harus langsung diinput ke webside Kemenkes. Selain itu, hasil pemeriksaan juga harus langsung diinput online kembali, jadi data setiap pemeriksaan langsung kelihatan,” sambungnya.

Beruntung, Perusahaan penyedia Information and Communication Technology (ICT) Lintasarta hadir memberi dukungan penuh kepada seluruh sektor tak terkecuali kesehatan.

Perusahaan yang telah berdiri sejak 1988 ini telah hadir sebagai penyedia Komunikasi Data, Internet dan IT Services untuk berbagai sektor industri.

Dalam hal penyedia layanan di dunia kesehatan, Lintasarta berkolaborasi bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo. Kehadiran Lintasarta memberikan Solusi ICT (internet gratis) ke Puskesmas, tentu, ketersediaan internet gratis tersebut akan mempermudah kerja kerja tenaga kesehatan khusunya yang berada di garda terdepan.

Direktur Utama Lintasarta, Arya Damar mengungkapkan, saat ini Lintasarta telah melayani lebih dari 2.400 pelanggan korporasi dengan lebih dari 35.000 jaringan yang meliputi layanan komunikasi data fiber optic, jaringan satelit, managed security & collaboration, data center dan DRC, cloud computing, Managed Services, e-Health dan solusi total komunikasi data dengan jaminan ketersediaan koneksi jaringan (SLA) sebesar 99 persen sesuai kebutuhan para pelanggannya.

“Layanan profesional kami didukung oleh lebih dari 1.000 staf berpengalaman diantaranya memiliki sertifikasi Internasional yang tersebar di lebih dari 54 kota di Indonesia,” ujar Arya.

Kata dia, di era pandemi ini sangat penting untuk melalukan transformasi digital tak terkecuali di dunia kesehatan. Ini karena trend yang mengarah kepada kegiatan yang serba online, work from anywhere, trend new normal yang menuntut harus mengoptimalkan digitalisasi.

“Olehnya, Lintasarta menawarkan berbagai jasa IT Services yang dibutuhkan pelanggan dalam melakukan percepatan digital transformasi diantaranya Cloud Services, IT Outsourcing & Manage Services, Telemedicine, eKYC dan Smart City,”sebut Arya

Khusus di sektor kesehatan, selain penyediaan jaringan gratis di berbagai sarana kesehatan seperti puskesmas, pihaknya juga menghadirkan Telemedicine.

Telemedicine merupakan layanan konsultasi jarak jauh antara pasien dan dokter dari Rumah Sakit. Sehingga pasien tidak perlu datang ke Rumah Sakit, konsultasi dengan Dokter bisa dilakukan secara online. Lintasarta menyediakan aplikasi telemedicine dan connectivity-nya.

“Layanan ini dimaksudkan untuk meminimalisir kontak langsung antara dokter dan pasien dengan memanfaatkan teknologi tinggi yang telah di hadirkan Lintasarta,” ujarnya

Dengan hadirnya berbagai sarana ITC dari Lintasarta, diharapkan dunia kesehatan mampu bangkit, dan mereka yang bekerja di garda terdepan dapat bekerja lebih mudah dengan ketersediaan layanan dari Lintasarta. (*)