oleh

Rangga Sosialialisasi Nilai-nilai Kebangsaan Hari Kedua di Galesong Takalar

Any Ramadhani and Yadi-Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM – Bertepatan hari keenam pelaksanaan puasa bulan suci ramadan 2021, Fahruddin Rangga, salah satu anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Golkar kembali melaksanakan tugas konstitusi yang merupakan titik kedua kegiatan Sosialisasi Nilai-nilai Kebangsaan di Desa Pa’lalakkang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar, Minggu (18/4/2021) sore.

Rangga, begitu biasa disapa selaku penanggungjawab kegiatan ini mengatakan yang hadir dalam sosialisasi ini beberapa perwakilan tokoh masyarakat.

“Mulai tokoh agama, organisasi politik, ormas, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan tokoh pendidik dari desa dan dusun di wilayah kecamatan Galesong,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menuturkan bahwa berbagai langkah dalam mensosialisasikan nilai nilai kebangsaan sebagai salah satu bentuk perhatian kita kepada masyarakat untuk lebih mendalami dan memahami rasa kecintaan kita terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Tanpa mengenal waktu seperti yang kami lakukan saat ini bertepatan bulan suci ramadhan,” tuturnya.

Selanjutnya pimpinan banggar DPRD Sulsel ini menjelaskan bahwa kegiatan ini tetap mengacu pada protokol kesehatan masa pandemi covid-19.

“Yakni mencuci tangan atau menyemprot hand sanitizer, menggunakan masker dan mengatur jarak setiap peserta,” demikian kuncinya.

Dalam pelaksanaannya menghadirkan narasumber utama mantan Bupati Takalar yang pernah mengikuti pendidikan LEMHANAS Dr. H. Burhanuddin B, SE, Ak. MSi tampil dalam penyampaian materinya terkait wawasan kebangsaan.

“Bahwa pemahaman dan pendalaman makna dari kecintaan kita terhadap NKRI merupakan hal wajib bagi setiap warga negara Indonesia termasuk kita semua yang ada di tempat sosialisasi ini,” kata Burhanuddin.

Lanjut dia, karena nya ini adalah bentuk bagaimana masyakat menunjukkan rasa patriotisme dan kecintaan terhadap NKRI.

Sedangkan, Ustadz H. Hasanuddin Limpo sebagai narasumber kedua menyampaikan materi tentang keagamaan yang menyentuh persoalan ketulusan dan keikhlasan menjalankan salah satu rukun Islam yakni puasa ramadhan.

“Karena ini merupakan bagian dari bagaimana menanamkan nilai nilai kebangsaan kita dalam bentuk kegiatan keagamaan, dan pemerintah melalui wakil rakyat seperti saat ini senantiasa hadir untuk memfasilitasi dan mengambil peran dalam mengamalkan nilai nilai kebangsaan seperti yang terlaksana hari ini,” katanya. (*)