oleh

Serapan Pajak dan PNBP Minim, Kemenkeu Provinsi Sulsel Terapkan Sistem One to One

Any Ramadhani and Hikmah-Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM Kementerian Keuangan Kantor Perwakilan Sulawesi Selatan  menggelar jumpa pers terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBD) triwulan pertama 2021.

Dalam paparan tersebut, Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sulawesi Selatan,  Syaiful menjelaskan saat ini perekonomian Sulawesi Selatan mengalami pertumbuhan cukup signifikan yakni diangka -0, 07 persen. Hal tersebut juga ikut mempengaruhi pendapatan negara yang disinyalir makin membaik.

Akan tetapi, dari sisi penerimaan pajak yang ditargetkan Kementerian Keuangan sebesar  Rp11,76 T,  realisasinya masih terbilang minim yakni Rp1,91 T atau sekitar 16,27 persen. Sedangkan dari sisi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), ditargetkan Rp 1,81 T namun baru terealisasi Rp400.88 M atau sekitar 22,13 persen.

“Saat ini kita masih bekerja keras, namun anggaran tidak bekerja keras. Minimnya realisasi anggaran dari sisi perpajakan dan PNBP ini disebabkan belum pulihnya kondisi perekonomian akibat covid 19 dan penurunan belanja modal dari perusahaan baik di sektor pertambangan maupun non pertambangan” ujar Syaiful, Selasa (20/4).

Untuk memaksimalkan serapan anggaran di triwulan pertama ini, pihaknya akan menerapkan strategi one on one yang sebelumnya telah diterapkan di Toraja.

“Jadi strategi ini pernah kami terapkan di Toraja dimana dengan strategi one to one ini pegawai kami mendatangi satuan kerja dengan anggaran besar namun realisasi sedikit,”ujar Syaiful

Untuk semakin mempercepat realisasi anggaran tersebut, pihaknya juga akan menggelar kunjungan ke daerah daerah seperti ke Bantaeng dan Jeneponto.

“Strategi ini sangat efektif, dalam waktu dekat kami akan mengunjungi kepala daerah seperti Bantaeng dan Jeneponto. Karena strategi ini telah efektif di Toraja, rasanya  daerah lain bisa menyambut baik pula,”

Dengan diterapkannya program tersebut diharapkan pencapaian dari triwulan pertama bisa meningkat. (*)