oleh

Kajati Sulsel Apresiasi Kinerja Kejari Takalar

Any Ramadhani and Ady-Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.CO РKepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulewesi Selatan, Raden Febrytriyanto mengapresiasi kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar yang telah berhasil mengungkap sejumlah kasus dugaan korupsi di awal tahun 2021.

Pasalnya, proses penyidikan yang dilakukan Kejari Takalar berjalan relatif cepat. Bahkan, hanya dalam kurung waktu lebih satu bulan, Kejari Takalar telah berhasil mengungkap dua kasus dugaan korupsi dengan menetapkan sejumlah tersangka.

“Saya mendorong agar penindakan dan penanganan penyidikan perkara berjalan dengan semestinya, sesuai rencana, tepat waktu dan bisa selesai sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Kajati Sulsel saat melakukan kunjungan kerja di kantor Kejari Takalar, Selasa (20/4/2021).

Tak hanya itu, Kajati Sulsel pun menginstruksikan kepada Kejari Takalar agar bisa menangani perkara hingga tuntas dan lanjut ke pengadilan sesuai hukum acara yang berlaku.

“Saya berharap, Kejari Takalar bisa menangani perkara hingga tuntas dan lanjut ke pengadilan sesuai hukum acara yang berlaku,” tandasnya.

Sekadar diketahui, dua kasus dugaan korupsi yang berhasil diungkap oleh Kejari Takalar yakni kasus proyek pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Takalar tahun anggaran 2018.

Dalam kasus tersebut, Kejari Takalar telah menetapkan lima orang tersangka yaitu Direktur PT Laa Tahzan, inisial T (kontraktor), Direktur PDAM Takalar inisial J, Ketua Badan Pengawas PDAM Takalar inisial N, anggota Badan Pengawas PDAM Takalar inisial A dan L.

Sedangkan kasus korupsi kedua yang berhasil dibongkar Kejari Takalar yaitu, dugaan korupsi dana bantuan penanganan Covid-19 (BOP TPA/TPQ) dari Kemenag RI. Di kasus ini, Kejari Takalar menetapkan Sekretaris Umum (Sekum) BKPRMI Takalar inisial A sebagai tersangka. (*)