oleh

Resmi! Manchester City Keluar dari Liga Super Eropa

MANCHESTER, BACAPESAN.COM – Klub Premier League, Manchester City, akhirnya memilih mundur dari European Super League (ESL) atau Liga Super Eropa. Tim yang bermarkas di Stadion Ettihad itu telah mengeluarkan pernyataan resmi

“Klub Sepak Bola Manchester City dapat mengonfirmasi bahwa kami telah secara resmi memberlakukan prosedur untuk mundur dari grup yang mengembangkan rencana untuk Liga Super Eropa,” tulis pernyataan klub pada Rabu (21/4).

Keputusan dari The Citizens langsung mendapatkan apresiasi dari Presiden UEFA, Aleksandar Cerafin. Dirinya menganggap City mau mendengarkan aspirasi dari mayoritas suporter yang menentang rencana Liga Super Eropa.

“Saya senang menyambut City kembali ke keluarga sepakbola Eropa. Mereka telah menunjukkan kecerdasan yang luar biasa dalam mendengarkan banyak masukan. Terutama dari para suporter mereka,” ucap Cerefin.

“Seperti yang saya katakan di Kongres UEFA, dibutuhkan keberanian untuk mengakui kesalahan, tetapi saya tidak pernah meragukan bahwa mereka memiliki kemampuan dan akal sehat untuk membuat keputusan itu,” lanjutnya.

Selain City, Chelsea disebut juga akan menarik dari Liga Super Eropa. Kedua klub tersebut sebelumnya merasa khawatir mendapatkan hukuman dari UEFA, karena keduanya masih berlaga di semifinal Liga Champions.

Adapun dari pihak Barcelona, Presiden Joan Laporta, juga berencana untuk menarik diri dari Liga Super Eropa. Namun dirinya masih menunggu arahan dari suara majelis untuk memutuskan langkah selanjutnya yang akan diambil La Blaugrana.

Liga Super Eropa direncanakan oleh 12 klub besar dari Spanyol, Inggris dan Italia. Mereka adalah Madrid, Atletico Madrid, Barcelona, MU, Arsenal, City, Chelsea, Liverpool, Tottenham, AC Milan, Juventus dan Inter Milan.

Nantinya disebut akan ada tiga klub lagi yang bergabung dengan status sebagai pendiri. ESL yang direncanakan Oktober, akan diikuti oleh 15 klub pendiri dan lima klub yang ikut serta melalui tahapan kualifikasi.

Rencana Liga Super Eropa ini mendapatkan tentangan dari sejumlah pihak, mulai dari pemain, suporter hingga federasi. Mereka menyebut kompetisi ini hanya akan menguntungkan klub-klub besar. (int/*)