oleh

Jeritan Nasabah Makassar Dibalas Bungkamnya BRI, Kemana OJK?

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Hikmah-Ekobis, Hukum, Keuangan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Kasus Sigit Prasetya telah bergulir beberapa tahun silam. Di kepolisian, kasus tersebut telah genap setahun.

Meski kasus tersebut terkesan berlarut larut, namun saat ini penyelidikan kepolisian sedikit membawa titik terang bagi Sigit lantaran kasusnya bergulir ke rana kejahatan perbankan. Lantas apa yang membuat BRI hingga saat ini bungkam atas masalah hilangnya uang nasabah tersebut dalam 49 detik.

Di hubungi bacapesan.com Kamis (22/4) pagi, beberapa pihak BRI enggan memberikan komentar.

Atas hal tersebut, Sigit meluapkan kekecewaannya. Perkara yang selama ini dianggap kejahatan umum akhirnya dilimpahkan ke kejahatan perbankan, namun hingga saat ini pihak BRI tidak ada upaya pertanggungjawaban.

“Jangankan menjawab media, saya saja sebagai korban tidak ada upayanya melindungi. Tagline BRI Melayani setulus hati tidak saya dapat di sini, saya malah merasa BRI melayani tanpa tanggung jawab,” pungkas Sigit.

Bagaimana tidak, kekecewaan Sigit memuncak sebab diawal perkaranya mencuat, dirinya malah mendapatkan tuduhan utang piutang. Itu terungkap dalam beberapa pemberitaan yang memuat keterangan Ilman sebagai orang yang ikut andil dalam hilangnya uang miliknya yang disetorkan ke BRI dengan pancingan program tabungan Simpedes berhadiah.

Bagi Sigit, BRI bertindak bak menyimpan bangkai di tubuh perbankan, sebab dirinya meyakini yang memfasilitasi Ilman untuk berkoar di media soal utang piutang adalah oknum dari BRI sendiri.

“Saya yakin betul oknum BRI yang menginisiasi buka suaranya Ilman ke Media, itu karena yang mendampingi Ilman saat itu merupakan staf dari BRI, ada fotonya. Sebelumnya juga ada bahasa permintaan maaf dari Pihak BRI atas kejadian itu, dan meminta saya tidak lagi melibatkan media untuk kasus saya. Namun disini saya yang di rugikan, saya yang harusnya di lindungi malah di kambing hitamkan, orang tua saya bahkan sakit karena itu. Dan saya tidak akan tinggal diam, saya akan melapor terkait pencemaran nama baik,” beber Sigit.

Melihat kondisi kasusnya, Sigit mengaku saat ini hanya bisa percaya ke pihak kepolisian. Sebab hanya kepolisianlah kasusnya ditindaki. OJK yang notabene sebagai lembaga yang memiliki otoritas untuk menindak permasalah demikian dirasa Sigit bak ‘lepas gawai’, tak ada tindakan.

“Upaya kami ke OJK selalu kami lakukan, bahkan baru-baru ini saya dan kuasa hukum pernah menyambangi OJK untuk meminta perlindungan, namun stafnya atas nama pak Aryo bahkan tidak tau menau soal perkara saya yang sebelumnya telah saya laporkan beberapa tahun lalu,” ujarnya.

“Pimpinan OJK katanya akan memediasi, itu yang disampaikan ke media, namun belum ada informasi sampai saat ini,” sambung Sigit.

Saat dikonfirmasi Bacapesan.com, Kepala OJK Regional 6 Sulampua Moh Nurdin Subandi mengatakan pihaknya tidak dapat menindak lanjuti pengaduan tersebut lantaran kasus tersebut telah ditindak pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan.

“OJK mengambil langkah berupa penelaahan dokumen dan permintaan klarifikasi kepada Pelaku Usaha Jasa Keuangan terkait sejak pengakuannya masuk di tahun 2020. Namun karena berkasnya telah dilimpahkan ke Polda, maka OJK menunggu proses selanjutnya,” kata Nurdin.

Atas kasusnya ini, Sigit kekeh masih terus berjuang dan akan membuktikan bahwa BRI sebagai Bank plat merah adalah pihak yang harus bertanggung jawab atas raibnya dana nasabah hanya dalam kurun waktu 49 detik.

“Saya akan terus menempuh jalur hukum atas apa yang menjadi hak saya, saya tidak mau ada Sigit Sigit yang lain,” tutupnya. (*)