oleh

Jadi Primadona di Bulan Ramadan, Sirup DHT Ternyata Tak Kantongi SNI

Any Ramadhani and Hikmah-Bisnis, Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Ragam takjil di bulan ramadan sangat menggoda, lebih menggoda lagi jika disajikan dengan sirup khas Makassar Sirup DHT.

Lama malang melintang, saat ini sirup DHT bak sirup wajib yang harus tersedia di meja saat berbuka puasa,  terutama bagi orang Makassar.

Kesuksesan DHT bahkan telah menasional, produk ini tak hanya digandrungi di Makassar tetapi di berbagai wilayah di tanah air. Di Makassar sendiri, prodak ini bahkan mampu mengalahkan berbagai prodak nasional yang telah hadir lebih dulu.

Meski demikian, kesuksesan sirup DHT nampaknya tak dibarengi dengan izin produknya. Hingga berita ini diturunkan, diketahui sirup primadona ini tak mengantongi sertifikat  Standar Nasional Indonesia (SNI)  dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) Sulawesi Selatan.

Padahal, sertifikat SNI merupakan satu satunya sertifikat standar yang berlaku secara nasional di Indonesia yang dirumuskan oleh Komite Teknis Perumusan SNI dan ditetapkan oleh BSN. Tentu,  sertifikat ini harus dikantongi seluruh produk baik makanan maupun minuman, apalagi Sirup DHT yang notabene telah dipasarkan di berbagai wilayah.

Kepada bacapesan.com,  Kepala Kantor Layanan Teknis BSN Sulawesi Selatan, Taufiq Hidayat membenarkan perihal Sirup DHT yang belum mengantongi SNI,  “Iya, Sirup DHT belum bersertifikat SNI,” ujar Taufiq, Minggu (25/4).

Lebih jauh Taufiq mengungkapkan, memang sebelumnya pihak Sirup DHT mempelajari sertifikat SNI ini, namun hingga saat ini belum mengajukan izin produk.

“Dari pihak Humas DHT sudah mencari info tentang tanda SNI pada produknya, namun belum ada sertifikat,” bebernya

Lebih jauh, Taufiq berharap Sirup DHT segera melakukan sertifikasi produk terlebih karena sirup DHT telah menasional,  “Ya kami berharap DHT menerapkan SNI karena DHT pasarnya sudah nasional,” pungkasnya. (*)