oleh

Peringati Hati Kartini di Dua Daerah, Ini Harapan Pertamina

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Hikmah-Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM- Sebagai wujud penghargaan kepada tokoh perempuan yang paling tersohor, R. A Kartini, Pertamina menghadirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) serentak di beberapa lokasi.

Di Maros, Pertamina menggelar pelatihan diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal kepada Kelompok Wanita Bumi Berua Indah (KWBBI) yang sudah sejak 2020 menjadi kelompok binaan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Hasanuddin Group,

KWBBI merupakan kelompok Ibu Rumah Tangga yang menjalankan pemberdayaan masyarakat sekitar untuk menghasilkan produk olahan dari sumber daya lokal. Sebut saja hasil produk olahan yang berhasil mereka olah seperti produk hasil olahan ikan, talas, rumput laut, tanaman porang seperti biskuit ikan, donat, lumpia, stik bawang dan brownies dari ikan dan rumput laut serta puding.

Pada kegiatan pelatihan kali ini, DPPU Hasanuddin Group bersama KWBBI melangsungkan pelatihan pembuatan es krim berbahan dasar talas dan tanaman porang dengan tema ‘Meningkatkan Kualitas Pemberdayaan Wanita Indonesia dengan Semangat Ibu Kartini’.

Di Makassar, peringatan hari kartini ditandai dengan kegiatan talkshow dan fashion show. Kegiatan yang mengusung tema ‘Dia Hebat, Dia Wanita’ mengajak masyarakat kelurahan Patingalloang, Jalan Barukang 3.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 25 peserta fashion show ini menggunakan berbagai model kebaya yang diperagakan kepada para juri dan masyarakat.

Selain fashion show, Pertamina juga  menggelar kegiatan talk show dengan tema ‘Kesetaraan Gender’ yang dibawakan oleh Andi Zakiah Safitri CSR Officer Pertamina dan Nuraeni selaku tokoh dan pengerak perempuan di Kelurahan Patingalloang. Adapun peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut sebanyak 40 orang.

Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Sulawesi, Laode mengatakan kegiatan pemberdayaan perempuan melalui pelatihan ini diharapkan mampu menjadikan masyarakat Ring I wilayah operasional bisnis Pertamina berdikari dan memiliki penghasilan sendiri.

Laode menambahkan, beberapa kelompok usaha wanita binaan Pertamina yang sudah berjalan di sekitar wilayah operasional operasional bisnis Pertamina ini, merupakan wujud penerapan dari Tujuan Pengembangan Berkelanjutan (TPB/SDGs) tujuan ke 8 yaitu menciptakan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

”Kami percaya, perempuan Indonesia adalah perempuan yang cerdas dan penuh potensi. Sekarang ini, kita dituntut untuk terus berinovasi dan kreatif untuk memaksimalkan segala potensi yang ada, “kata Laode

“Diharapkan kegiatan ini bisa membentuk ekosistem bisnis sehingga masyarakat dapat makin sejahtera dan membawa multiplier effect bagi semuanya terutama dalam meningkatkan roda ekonomi yang berkelanjutan dan dapat meningkatkan kesempatan kerja di lingkungan sekitarnya,” tutup Laode. (*)