oleh

BI Gandeng Alim Ulama Bangun Masyarakat Sadar Inflasi Lewat Dakwah

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Hikmah-Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Guna menjaga inflasi tetap aman selama bulan Ramadan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar temu Alim Ulama yang terdiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Aisyiyah Muhammadiyah dan Muslimat Nahdatul Ulama (NU).

Pertemuan tersebut dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus tindakan lanjut dari rekomendasi kebijakan High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Sulsel yang bertujuan untuk menjaga ekspektasi inflasi.

“Secara umum, di bulan Ramadan hingga Idul Fitri tingkat inflasi Sulsel cenderung mengalami peningkatan, hal tersebut dipengaruhi bertambahnya aktifitas konsumsi masyarakat,” ujar Kepala Perwakilan Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Budi Hanoto, Senin (26/4).

Kata Budi, peningkatan konsumsi masyarakat tercermin dari fenomena kenaikan harga barang kebutuhan pokok pada bulan ramadhan dan idul fitri yang relatif naik lebih tinggi dibandingkan rata-rata bulan lainnya.

“Dalam tiga tahun terakhir, komoditas dengan penyumbang inflasi tertinggi ketika ramadhan adalah ikan bandeng, daging ayam ras dan cabai,” bebernya.

Maraknya kenaikan harga serta inflasi selama Ramadan diharapkan menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar melakukan pembelian dan konsumsi todak secara berlebihan.

“Para Alim ulama diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga inflasi serta berbelanja secara bijak ataupun tidak melakukan penimbunan bahan makanan,” harap Budi.

“Kerja sama ini merupakan implementasi komunikasi efektif yang bertujuan mendorong terciptanya masyarakat sadar inflasi melalui ceramah atau dakwah yang disampaikan para mubaligh,” tambah Budi

Lebih jauh, sebagai wujud kontribusi nyata terhadap stabilitas harga barang dan jasa, Bank Indonesia Sulsel akan melakukan pengendalian inflasi dengan pendekatan komunikasi efektif melalui kerja sama dengan MUI Sulsel melalui penyusunan buku guideline ceramah pengendalian inflasi bagi para ulama atau dai.

Untuk itu, Sekertaris Umum MUI Sulsel, Prof Galib, MA mengimbau masyarakat agar hidup seimbang dan tidak boros.

“Al-Quran dan hadist telah mengajarkan umay muslim untuk hidup hemat da tidak boros sehingga tercipta asas keseimbangan,” ujarnya.

Sementara, Asisten Pererekonomian dan Pembangunan Sulawesi Selatan, Drs Muh Firda, menyampaikan Pemprov Sulsel secara konsisten menjaga kestabilan harga melalui strategi 4K, “menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif,” ucapnya. (*)