oleh

FLP Gowa Gelar Dialog Kepemudaan, Bahas Nasib Milenial

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Hikmah-Gowa-

GOWA, BACAPESAN.COM – Forum Lingkar Pemuda (FLP) Kabupaten Gowa menggelar dialog milenial bertajuk ‘Milenial di Gowa, Nasibmu Kini?’ yang diselenggarakan di Kopi Batas Makassar, Jalan Syech Yusuf No. 9-11 Makassar.

Dalam dialog ini, hadir sebagai narasumber Pj Sekretaris Gowa Dra. Hj. Kamsina, Anggota DPRD Provinsi Sulsel Fraksi PPP Imam Fauzan Amir Uskara, Anggota DPRD Kab. Gowa Hj. Sitti Husniah Talenrang, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Gowa Drs. Muh. Fajaruddin, serta Konten Kreator Rijal Djamal.

Hadirnya kegiatan ini berangkat dari keresahan para milenial khususnya yang berada di Kabupaten Gowa mengenai peran serta millenial. Kegiatan ini dirangkaikan juga dengan buka puasa bersama.

Sambutan kegiatan diawali oleh Kadispora Gowa.

“Kabupaten Gowa menjadi kabupaten layak pemuda. Kita dorong bagaimana supaya organisasi-organisasi ini mudah-mudahan ada dana hibah sehingga kegiatan kepemudaan ini bisa kita akomodir,” ujar Kadispora Kabupaten Gowa Muh Fajaruddin, Rabu (28/4).

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Gowa, Sitti Husniah menganggap para milenial di Kabupaten Gowa adalah pemuda yang memiliki potensi besar serta kreativitas tinggi.

“Kami berharap pemuda khususnya di Kabupaten kita ini bisa memberikan yang terbaik untuk Kabupaten tanpa kita harus berharap kepada pemerintah. Kita buktikan bahwa inilah pemuda yang kita butuhkan, yang memberikan sumbangsinya untuk pemerintah Kabupaten Gowa,” ujar Legislatif Wanita asal Gowa tersebut dalam sambutannya.

“Semoga pemerintah kabupaten gowa bisa memberikan semangat kepada adik adik, teman teman untuk berkreasi khususnya di wilayah kita,” sambung Sitti Husniah

Sementara itu sambutan lain dari narasumber yakni konten kreator Rijal Djaman. Rijal menganggap, masalah utama dari kepemudaan untuk menyelenggarakan kegiatan bukan anggaran.

“Yang menjadi masalah utama kita sebagai pemuda adalah bukan anggaran, dan itu hanyalah salah satu masalah. Yang dibutuhkan yang paling utama adalah kreatifitas kita sebagai pemuda,” terangnya.

Pj. Sekda Gowa, Hj Kamsina dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam lingkungannya menganggap dirinya sebagai seorang pemuda.

“Saya sampaikan bahwa semangat saya juga sampai saat ini masih sama seperti pemuda,” ujar Sekda Gowa, Hj. Kamsina.

“Tolong kita perlihatkan program sehingga anak-anak bisa maju. Tetapi belum ada program tapi sudah minta uang, uangnya dikemanakan? Saya berharap anak milenial sekarang menggunakan gadget dan menghasilkan hal yang positif,” tegasnya.

Narasumber terakhir yakni anggota DPRD Sulsel Imam Fauzan Amir Uskara. Dirinya menyebutkan milenial haruslah mampu menggunakan hak haknya sebagai warga negara.

“Bagaimana kita bisa menggunakan hak ta sebagai warga negara. Mengkritisi pemerintah saat ini sudah sangat wajar,” sambut Imam. (*)