oleh

Waspada Varian Baru Covid-19, 10 Warga Indonesia Sudah Terjangkit

Editor : Any Ramadhani-Headline, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Indonesia kembali was-was. Varian baru virus Covid-19 yang berasal dari India mulai menyerang 10 warga tanah air. 10 orang tersebut diketahui berasal dari tiga provinsi yakni Provinsi Sumatera, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan.

Pakar Epidemiolog Sulsel, Ridwan Aminuddin menilai, masuknya varian baru virus Corona di Indonesia menjadi hal yang patut diwaspadai. Apalagi virus dengan varian baru ini telah memakan nyawa yang tidak sedikit di India.

Saat ini India sedang dilanda sunami Covid-19, kasus per harinya sangat tinggi, tempat tidur RS penuh, tenaga kesehatan kewalahan, angka kematian juga sangat tinggi. “Kalau masuk di Indonesia itu gawat, karena daya tularnya jauh lebih cepat dibandingkan varian lama,” sebut Ridwan Aminuddin.

Virus varian baru ini memiliki daya tular yang sangat tinggi, celakanya saat terinfeksi tidak sama sekali gejala yang ditimbulkan, virus ini langsung menyerang paru-paru manusia.

“Mutasi virus ini terjadi karena varian lama tidak mampu bertahan pada situasi yang ada, karena itu dia mengubah diri untuk lebih memiliki daya tahan tinggi. Itulah daya tahan tinggi juga memiliki daya serang tinggi,” paparnya.

Karena itu, Indonesia tidak boleh tinggal diam, langkah pemutusan covid varian baru ini harus segera dijegat agar tak memakan banyak korban. Apalagi dua pekan ini kasus covid di Indonesia mulai bergerak naik.

“Harus diwaspadai karena satu dua pekan kasus nasional mengalami peningkatan meskipun di Sulsel zona kuningnya banyak, yang oranye sisa tiga daerah,” ulasnya.

Ketua tim konsultan Gugus Tugas Covid Sulsel ini memberi masukan agar pemerintah harus memperketat pengawasan terhadap orang yang keluar masuk Indonesia, pemerintah harus menggalakkan kembali program karantina atau isolasi.

Yang paling penting adalah meningkatkan tracing kontak, kata Ridwan tracing kontak sejauh ini sudah mulai kendur, padahal upaya ini sangat penting untuk mencegah penularan virus corona.

“Kalau kendur berarti tidak tertangkap kasus-kasus lain. Kita harap refocusing anggaran bisa meningkatkan tracing pada tingkat komunitas atau kelompok berisiko tinggi,” jelasnya.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto merasa was-was dengan munculnya Covid-19 varian baru yang sempat menggerogoti nagara India.

Salah satu langkah mengantisipasi hal itu adalah dengan membentuk Satgas Raika yang bertugas mengurai keramaian di tempat umum hingga di perbatasan.

“Kita minta itu dilakukan secara massif dan persuasif. Satpol kita turunkan langsung mengurai keramaian yang ada. Kita harus terus sosialisasikan protokol kesehatan dengan ketat. Sesuai salah satu garis besar teerciptanya Makassar Recover yakni Adaptasi sosial,” ungkap Danny.

Ketua Satgas Raika Satpol PP Kota Makassar Iman Hud, mengatakan telah menurunkan personel di 14 Kecamatan untuk menyasar kegiatan yang melanggar protokol kesehatan.

“Mulai hari ini resmi kita turunkan personil dibantu oleh TNI-Polri melakukan pengawasan di lapangan. Mulai sebentar langsung bergerak,” kata Iman, Selasa (27/4/2021).

Pembentukan Satgas Raika berdasarkan Perwali 51 dan 53 terkait kerumunan dan cara penanganannya. Sasaran pengawasan adalah tempat ibadah, cafe, restoran, mal, dan tempat keramaian lainnya.

Menurutnya, dalam aturan ada waktu tertentu melakukan aktivitas operasional, bahkan Satgas Raika bakal disiagakan ditempat yang dianggap rawan keramaian.

“Sebenarnya sih lebih bagus kalau disetiap tempat usaha sudah ada masterguardnya, atau petugasnya sehingga kita tidak perlu lagi menempatkan petugas di sana,” ungkapnya.

Untuk itu, Iman mengingatkan bagi pelaku usaha untuk tetap menjaga protokol kesehatan, pasalnya akan ada sanksi tegas jika berani melanggarnya.

“Kalau ada kerumunan, salah satu bentuk sanksinya yah dibubarkan, dan saya rasa membubarkan bukan pertama kalinya kita lakukan,” jelasnya.

Sementara, Sekretaris Satpol PP Kota Makassar M Iqbal Asnan menyebut bahwa Satgas Raika tetap akan memberikan porsi penegasan bagi pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan.

Selain tempat usaha, lanjut Iqbal, fasilitas umum juga menjadi perhatian khusus Satgas Raika dengan melakukan pemantauan terhadap aktifitas masyarakat.

“Pada prinsipnya setiap ada keramaian dan kerumunan dimasyarakat akan kita bubarkan apalagi keramaian tidak menjamin semua sehat atau bebas dari covid-19,” tuturnya.

Iqbal juga mengimbau seluruh warga Kota Makassar agar dapat lebih disipilin bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri tetapi juga bagi orang lain.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan varian baru Covid-19 yang diperkirakan menjadi pemicu lonjakan kasus di India sudah masuk ke Indonesia.

“Mengenai penyebab pertama bahwa mutasi virus baru meningkatkan kasus di India, virus itu sudah masuk juga di Indonesia. Ada 10 orang yang sudah terkena virus tersebut,” ujar Budi.

Ada dua jenis mutasi baru yang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di India, yakni B117 dan B.1617. Namun, Budi tidak merinci jenis mana yang menginfeksi 10 orang ini.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan mutasi yang dimaksud ialah varian B117. “Ini bapak (Menkes Budi) cerita B117 yang kemarin ditemukan,” ujar Nadia saat dikonfirmasi.

Dari 10 orang tersebut, lanjut Budi, enam di antaranya merupakan imported case atau masuk dari luar negeri dan empat sisanya adalah transmisi lokal. “Dua kasus di Sumatera, satu di Jawa Barat, dan satu di Kalimantan Selatan,” ujar Menkes Budi.

Untuk itu, ia meminta pemerintah daerah di provinsi di Sumatera, Jawa Barat dan Kalimantan lebih berhati-hati mengontrol masuknya varian baru Covid-19 dari India demi mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19. (*)