oleh

Intip Peluang Investasi Seharga Nongkrong di Warung Kopi

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Hikmah-Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Jika selama ini investasi terkesan mengarah ke kalangan elit yang berduit dengan transaksi berpuluh hingga ratusan juta, dewasa ini investasi pasar modal berlaku umum untuk siapa saja.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Selatan, Fahmi Amirullah dalam Media Briefing dan Sekolah Pasar modal bagi Jurnalis sekota Makassar.

Menurut Fahmi, untuk berkecimpung di dunia pasar modal tak melulu harus memiliki dana seabrek.

“Anggapan bahwa pasar modal ini mahal, bodong, judi menjadi momok yang menghambat pertumbuhan pasar modal, sedangkan pada kenyataannya hal tersebut tidaklah benar,” ujar Fahmi, Rabu (28/4).

Fahmi membenarkan, beberapa tahun silam transaksi pasar modal haruslah menggunakan dana besar, namun seiring waktu, hal tersebut sudah mulai tak berlaku.

“Memang betul beberapa tahun lalu harus menggunakan dana besar untuk menggeluti pasar modal. Namun saat ini sudah ada perubahan, jika kita berpikir pasar modal mahal, itu salah. Bahkan sekarang ini ada saham yang dimulai dengan harga Rp50,” pungkas Fahmi

Kata dia, biaya ke warung kopi dan nongkrong tanpa hasil bahkan lebih besar, “Di Garuda misalnya, ada saham seharga Rp300 perlembar saham. Ini bisa dimanfaatkan bagi siapa saja yang ingin memulai menggeluti saham,” sebutnya

Apalagi kata Fahmi, saat ini Market Share yang mendominasi pelaku saham ada di rana milenial, sekitar 60 persen, disusul masyarakat 40 tahun ke atas, “Saat ini investor didominasi pegawai swasta, disusul mahasiswa,” ucapnya.

Untuk menambah pemahaman terkait investasi, Fahmi mengatakan pihaknya telah menghadirkan galeri investasi yang bisa dimanfaatkan investor pemula yang mungkin membutuhkan bimbingan seputar investasi,

“Kami menghadirkan galeri investasi yang bisa dikunjungi masyarakat yang ingin membuka wawasan seputar investasi, salah satunya berada di Unismuh Makassar,” pungkasnya. (*)