oleh

Rangga Temui Warga di Mariso Bahas Transparansi Partisipasi dan Akuntabilitas Publik

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Yadi-Politik-

MAKASSAR,BACAPESAN.COM – Penyebarluasan Perda Nomor 6 Tahun 2016 tentang Transparansi Partisipasi dan Akuntabilitas Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

“Mengingat perda ini memang merupakan regulasi yang bertujuan untuk melihat sejauh mana sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah dilakukan secara terbuka,” hal ini disampaikan anggota DPRD Sulsel, Fahruddin Rangga saat sosialisasi di kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso, Minggu (2/5/2021) malam.

Dengan mengakomodasi tingkat partisipasi masyarakat dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga keberadaan perda ini punya manfaat yang besar terhadap berjalannya pemerintahan daerah secara baik (good governance) dan konsisten.

Rangga begitu biasa disapa dalam penyampaiannya bahwa sesungguhnya perda ini dibuat untuk mengakomodir kepentingan masyarakat dan lebih memperbaiki sistem pemerintahan daerah agar senantiasa kebijakannya berpihak kepada rakyat.

“Kehadiran kita semua selaku stakeholder merupakan representasi dari masyarakat yang ada di wilayah kota metropolitan Makassar yang tentu diharapkan dapat meneruskan informasi yang kita dapat kan dalam kegiatan ini kepada masyarakat lainnya yang tidak sempat hadir. Dalam kegiatan sosialisasi ini turut hadir lurah Panambungan dan lurah Lette Kecamatan Mariso Kota Makassar,” jelasnya.

Sedangkan, Dr. H. Burhanuddin B, MSi yang yang pernah memimpin salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yakni Kabupaten Takalar, yang tentunya punya pengalaman empiris dan mumpuni dalam memimpin pemerintahan daerah menjelaskan lebih jauh tentang perda ini.

Menurutnya, bahwa kehadiran regulasi ini merupakan sebuah informasi penting untuk diketahui oleh masyarakat, karena ada tiga azas dalam perda ini transparan, partisipasi dan akuntabel.

“Yang tentunya semua ini untuk melihat sejauh mana keterbukaan pemerintah dalam menyelenggarakan pemerintahan apakah masyarakat sudah diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan serta seperti apa tanggungjawab pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan,” pungkasnya.

Sementara pembicara terakhir Syaiful Mile, S. Ag. M.Ag yang tentu menyesuaikan dengan bulan penuh hikmat ini membawakan materi tentang kesakralan bulan suci ramadhan walaupun kita menyadari saat ini pemerintah masih terus berupaya melakukan penanganan dan pencegahan virus covid 19.

“Hal ini agar kita semua dapat terhindar dari wabah penyebaran dan penularan virus ini sehingga protokol kesehatan senatiasa kita jalankan secara bersama dan tak lupa berdoa agar virus ini akan segera berlalu sering berakhirnya ramadhan sehingga kita dapat menikmat kemenangan ramadhan dalam menyambut Idul fitri 1442 H,” kuncinya. (*)