oleh

Rangkaian Milad dan Hardiknas, UMI Makassar Bedah buku “Merekonstruksi Karakter Bangsa”

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Yadi-Kampus-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Dalam rangka hari pendidikan nasional (Hardiknas), serta menyambut Milad Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ke 67, beberapa rangkaian kegiatan dilakukan.

Salah satu adalah pihak Kampus UMI gelar beda buku perjalanan panjang dari “Padanglampe Merekonstruksi Karakter Bangsa”. Dilaunching Senin, 3 Mei 2021, di Masjid Nurul Iman Lantai 10 Menara UMI.

Diskusi yang dipandu oleh WR V UMI, Prof. Dr. Hatta Fattah tentang Perjalanaan panjang dan konstruksi karakter bangsa terdiri dari 29 BAB. Gambaran umum tentang potret Pesantren di Padanglampe. Juga menggambarlan trasformasi pendidikan karakter di UMI dari hulu hingga hilir.

Salah satu sebagai narasumber pada beda buku ini. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah IX. Prof. Dr. Jasruddin menilai bahwa pembangunan karakter pendidikan di UMI dan pesantren Padanglampe sejalan dengan program pendidkan nasional.

Menurutnya, salah satu program nasional yang digagas Kemendikbud dan Ristek, Nadiem Makarim yakni Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna di masa depan.

“Sangat tepat momentum 2 Mei, sesui tema nasional serentak Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka Beda buku UMI ini. Program di padanglampe sudah menerapkan meredeka belajar karena prioritaskan praktek dan pembentukan karakter,” jelasnya.

Dia juga memuji penerapan proses belajar di pesantren Padanglampe. Apalagi saat ini lebih mengedepankan pada praktek pembetukan karakter. Bukan pada teori semata.

Padanglampe, kata dia, satu praktek memberikan contoh menghidupkan pendidikan karakter. Karena pendidikan karakter bukan diajarkan karena dicontohkan.

“Pendidikan di padanglampe tidak bersifat teoritis tapi praktek. Ini juga sejalan penerapan merdeka belajar dan kampus merdeka. Karena pendidikan karakter bukan diajarkan karena dicontohkan,” tutur Guru besar UNM itu.

Sedangkan, Rektor UMI Makassar, Prof. Dr. Basri Modding menyampaikan di UMI bertekad mewujudkan Universitas Muslim Indonesia sebagai Lembaga Pendidikan dan Dakwah termasyhur berkelas dunia, dengan melahirkan manusia berilmu amaliah, beramal ilmiah, dan berakhlakul karimah serta berdaya saing tinggi.

UMI yang dikenal dengan lembaga pendidikan sekaligus lembaga dakwah menyelenggarakan pendidikan karakter berbasis pesantren yang disebut dengan Pencerahan Qalbu.

“Pendidikan karakter di UMI menjadi bagian dari perwujudan obsesi para pendiri. Ada 4 kompetensi utama. Karakter unggul, penguasaan teknologi, Lidearship dan ketrampilan,” jelasnya.

Diketahui, beberapa Narasumber yakni. Rektor UMI Prof Basri Modding, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof Mansyur Ramly, Pimpinan Group Musik Debu Kumayl Mustafa, Kepala LLDikti Wilayah IX Prof Jasruddin, Rektor Universitas Negeri Semarang Prof Fathur Rokhman

Sedangkan, pembeda atau Pembahas diskusi ini yakni Sekertaris Jendral Federation Islamic Medical Association (FIMA) Prof Abdul Rashid Abdul Rahman, Rektor Universitas Islam Sultan Agung Periode 2014-2018 Prof Anis Malik Thoha, Rektor Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an Prof Nasaruddin Umar, Wakil Bupati Pangkep Syahban Sammana, Pimpinan Umum Tribun Timur Andi Suruji, Direktur PT Media Harian Fajar Faisal Syam. (*)